Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Tak Ternilai

Menantu Tak Ternilai

kata resepsionis itu ramah seraya menyodorkan buket bunga ke hadapan Alexa. Buket itu campuran antara mawar merah, mawar putih, dan bunga berputik kecil yang biasanya disebut baby breath. Cantik. Namun, bukan itu yang menjadi pusat perhatiannya, melainkan tentang siapa sosok yang menitipkan bunga itu pada resepsionis untuk kemudian diberikan padanya. Wanita itu menatap buket bunga di tangan sang resepsionis, bunga yang sangat indah, dia seperti ditarik ke masa-masa di mana seorang pria yang sangat rajin mengirimkan bunga, dulu.
8.130.1K viewsCompletedAdded to Library 783 Times as pap buket bunga
Read
+Library
ISTRI PENGGANTI TUAN PENGUASA

ISTRI PENGGANTI TUAN PENGUASA

"Peace, Bu. Bukan. Maaf. Sudahlah, Ibu ngamuknya sama tuan saja. Saya gak bisa lama-lama dimarahin Ibu. Bawaannya pengen ngajak makan seblak aja." Lea rasanya ingin menggebukkan buket bunga yang sudah dia genggam sejak tadi. Tapi sayang, mahal. Lyli of the valley dicampur Juliet rose. Walau sekarang dia mampu beli, tetap saja semua terasa beda. Buket tadi secara khusus dirangkai oleh Zio dengan bimbingan Agni dan Puspa. Bisa dibayangkan bagaimana berbunganya hati Lea kala Agni menyerahkan buket yang didominasi warna putih dan peach dengan gradasi merah muda.
1058.0K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as pap buket bunga
Read
+Library
SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

Hanya informasi kecil inilah yang dia ketahui. Tiga puluh menit kemudian. “Terima kasih telah menunggu. Ini buket pesanannya, Kak.” Sebuah buket berukuran sedang dengan paduan ungu dan putih sesuai permintaan siap dibawa. Adzriel menatap sejenak, ia tidak tahu banyak soal bunga. Seharusnya ini indah, bukan? Batinnya meragu. “Terima kasih, simpan saja kembaliannya.” Usai menyerahkan uang, Adzriel keluar dari toko bunga.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as pap buket bunga
Read
+Library
Dosa Termanis dengan Calon Iparku

Dosa Termanis dengan Calon Iparku

Buket bunga dan paper bag, Arkana sodorkan ke Safira. Pandangan Safira turun pada apa yang disodorkan Arkana. "Apa itu, Mas?" tanyanya lantas menerima hadiah itu. "Bunga?" Pipi Safira tiba-tiba merona, karena buket mawar pemberian Arkana. "Cantik sekali, Mas." Hidungnya mengendus setiap aroma wangi yang menguar dari kelopak mawar itu.
1010.9K viewsCompletedAdded to Library 425 Times as pap buket bunga
Read
+Library
Gairah Liar Adik Ipar

Gairah Liar Adik Ipar

seru Esther. Sementara Esther berinteraksi dengan penjual. Arion justru sibuk mencari bunga lain. Bunga yang langka yang jarang dijumpai. Hingga tatapannya menangkap sebuah bunga yang tak pernah dilihatnya. Arion lantas menyeret langkahnya mendekati bunga itu. Bunga yang indah memiliki warna persik-aprikot lembut dan kelopak yang sangat penuh dan elegan, menyerupai cangkir. Mawar ini memiliki aroma yang harum. Hanya ada beberapa tangkai saja, dan Arion bergegas membelinya.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as pap buket bunga
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

“Istriku ulang tahun hari ini. Aku butuh sesuatu yang tidak terlalu mencolok, tapi tetap indah.” Evelune mengangguk dan mulai memilih bunga. Tangannya secara otomatis mengambil beberapa tangkai bunga putih, menambahkan sedikit baby’s breath, lalu mengikatnya dengan pita tipis berwarna krem. Gerakannya tenang, hampir seperti ritual. Saat ia menyerahkan buket itu, pria itu tersenyum puas. “Istriku pasti menyukainya,” katanya sebelum pergi.
10622 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as pap buket bunga
Read
+Library
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

Tak mudah memang, menundukkan gairah remaja yang penuh dengan lonjakan hormon. “Perut?” terakhir kalinya, Sheena memberi saran. Perempuan berambut pendek itu kemudian menjelaskan bahwa nantinya lokasi kelopak bunga mawar yang berbentuk tengkorak akan mengelilingi pusar Indira. Namun resikonya, tangkai-tangkainya yang tersusun dari puluhan huruf nan saling jalin menjalin itu terpaksa digambar di bawah bikini line Indira.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 322 Times as pap buket bunga
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

jawabku dengan penuh senyum. "Sudah jangan petik ini lagi, bunga - bunga akan lebih cantik dan hidup jika kamu tidak memetiknya, lihatlah itu ada tulisan dilarang memetik bunga!" ucapku sambil menunjuk papan kayu bertulisakan larang memetik bunga lengkap dengan gambar tangan memetik bunga yang di coret. "Iya, apapun perintahmu Azalea!" ucapnya kepadaku dengan tatapan romantis.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as pap buket bunga
Read
+Library
CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR

CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR

puji Baskara pada Thalita saat ia menyerahkan buket bunga. Thalita sesaat merasa terkesima ketika mendapatkan buket bunga tersebut. “Untuk saya, Pak?” “Kalau bukan untuk kamu lalu untuk siapa lagi? Di ruangan ini hanya ada aku dan kamu. Tidak mungkin aku membeli bunga ini untuk diriku sendiri, kan?” balas Baskara cepat dengan tatapan matanya yang seksi. Thalita tak tahu harus bagaimana. Hatinya kembali bergejolak. Ia memilih mengalihkan pandangan. Tatapannya kini tertuju pada note yang menyempil di buket bunga.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as pap buket bunga
Read
+Library
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Aku menemani Marissa dan meletakkan karangan bunga di sebuah batu nisan yang berukir nama Rangga. Ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kematian, dan beberapa hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Tapi, aku menatap Marissa dengan lembut. "Aku hanya berharap putriku aman dan bahagia."
6.4K viewsCompletedAdded to Library 242 Times as pap buket bunga
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status