Dimanja Tiga Majikan Cantik
Jari-jariku merasakan tekstur tanah yang padat dan keras, namun di satu titik tertentu, aku merasakan ada perbedaan tekstur yang mencolok.
Ada sebuah papan kayu lantai pendek yang tertanam di sana, ukurannya tidak lebih besar dari ubin keramik biasa, dan papan itu terasa sedikit longgar saat aku menekannya.
"Ini dia, Shell, ada papan kayu yang bisa digeser di sini," bisikku pelan, tanganku gemetar karena kegugupan yang memuncak.
"Coba buka, Raf, hati-hati jangan sampe jarimu kejepit," Shella ikut berjongkok di sampingku, menyalakan senter dari ponselnya untuk memberikan penerangan tambahan ke arah lubang itu.