Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Jeremy Ditinggalkan oleh Istrinya yang Hamil

CEO Jeremy Ditinggalkan oleh Istrinya yang Hamil

Thasia pergi ke tempat itu. "Kak Thasia, kamu membelikan kopi untuk Pak Jeremy mesti yang khusus, ya? Bahkan harus dipesan dulu." Rina merasa bingung, memangnya apa bedanya kopi itu dengan yang lainnya. Thasia berkata, "Pak Jeremy itu pemilih." Pria itu hanya minum kopi jenis ini. Rina hanya bisa menghela napas, dunia orang kaya memang berbeda, kopi saja harus yang terbaik.
9.5201.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai pecinta kopi
Tampilkan Ulasan (82)
Baca
+Pustaka
Rasmahwati
kisah Tasia dari bab 1 sampai bab 241, seolah-olah melewati kisah panjang dengan kejadian2 yg begitu rumit, tp ternyata hanya beberapa bulan sj, karena sejak kejadian di hotel sampai bab 241 usia kehamilannya ternyata tidak lebih dari 5 bln saja..
cdsu2415
kapan jilid 2 nya Thor? atau jangan² emang endingnya kek gitu. Macam Stephen Spielberg. lagipula jilid 2 juga udah ketebak kan. musuhnya ketangkep semua. happy ending. atau kalo sad ending ya berarti kek gitu dengan pengorbanan masing²
Baca Semua Ulasan
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Grace mengambilnya dan dalam waktu lima menit, mesin itu kembali berfungsi normal. "Los Planes atau Blue Mountain?" tanya WIlliam yang tiba-tiba saja sudah berada di sampingnya sambil membawa dua bungkus kopi. "Uh, Blue Mountain," jawab pria sedikit kaget. Yang disebutkan oleh direktur itu adalah kopi-kopi termahal di dunia. Dia sendiri belum pernah mencicipinya, hanya pernah membaca artikel di majalah. William segera membuka bungkusan yang terbuat dari kain berserat kasar dan memasukkan biji kopi itu ke dalam mesin. Grace juga menyingkir memberikan ruang bagi pria itu mengoperasikan mesin kopi.
1047.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
Pesona Pelayanku

Pesona Pelayanku

Di dapur Mayumi sedang membuatkan kopi untuk Frans. Dari arah belakang, ada seseorang yang sedang tersenyum melihatnya. “Apa itu untuk kekasihmu?” “Ha?” Spontan Mayumi menoleh. Di belakangnya berdiri Pete sambil membawa botol minuman kosong berwarna biru. “Tuan. Pete? Sedang apa di sini?” Pete melenggak ke arah meja di mana ada sekeranjang buah dan poci berisi air putih. Ia mengangkat botol minumannya ke arah Mayumi.
1037.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
CINTAKU EKSKLUSIF

CINTAKU EKSKLUSIF

Baginya itu tanda kepahlawanan. Sore hari gue putuskan untuk mendekatinya. Gue beli es kelapa dekat rumah sebagai pelicin untuk calon guru. Bukan yang model oplosan yang kalau tanpa gula, tak ada rasa. Gue beli yang seratus persen murni, dan bukan kelapa biasa, melainkan kelapa ijo. Kelapa termahal di antara jenis kelapa. “Mang,” sapa gue.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

hanya senyum Dan yang terakhir kopi Ekspresso. “Se-la-mat me-nik-ma-ti Pak,” dengan senyum lebar yang di kombinasikan dengan wajah mengerut menahan amarah. Dan dari semua jenis kopi yang menghabiskan gaji hariannya menjadi OB. Tak ada satu kopi pun yang di teguk habis oleh Sagara. Semua cuma di minum seteguk-seteguk. Jaka, Bu Ida dan Lendra yang sedang di pantri merasakan aura mematikan dari arah Anita yang sedang duduk menunduk menatap kopi-kopi bekas Sagara di depannya.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

Ia menoleh ke arah mesin kopi yang ada di sana. “Kamu suka membuat kopi sendiri?” tanya Laureta. “Ya. Clara yang membuatkan kopi untukku.” Laureta menghampiri mesin kopi itu dan melihat sebuah toples kaca yang berisi bungkus kopi warna hitam dengan logo dan merk kopi yang tertera di sana. Ia melihat tulisannya. “Kopi Aceh Gayo. Waw!” Ia membuka toples itu dan menghirup aromanya yang wangi sekali. Ditaruhnya kembali toples itu di meja.
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Tapi memang dasarnya setan ya tetap gitu cara kerjanya. “Kopi Abang, Ra.” Pinta Gema yang langsung fokus dengan berita koran di tangannya. Sedang kopi yang sudah Alara sodorkan langsung di seruput lewat tangan kanannya. Lidahnya berdecak mencecap rasa. “Wah, kopi buatan kamu paling pas takarannya. Nggak kepahitan, nggak kemanisan.”
7.79.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Kenangan itu seperti kopi di warung, pahit tapi bikin kangen.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo. Malam di Sidomulyo terasa sepi. Warung kopi Pak Minto menyala redup di ujung desa. Bau kopi pahit dan asap rokok bercampur aroma tanah basah. Ardi Santoso duduk di bangku kayu, jantungannya berdegup kencang. Pengkhianatan Budi bikin gue gak tenang, pikirnya.
905 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Ini kopi apa?” Hairi menelan saliva lalu menjawab dengan sedikit membungkuk. “Kopi Kintamani,” “Nikmat sekali,” puji Safira yang terus menyesap kopinya lalu sesekali mengayunkan jemarinya, memainkan asap kopi yang mengepul. “Aku mengira kopi dari Brazil,” “Apa Mas Haikal mengatakan sesuatu pergi kemana?” tanya Safira menaruh cangkir kopinya lalu menghela nafas. Tatapannya kini beralih pada Hairi yang berdiri dan menundukkan kepalanya.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

“Rokok … kopi. Ahh, … rokok dan kopi, aku tak bisa hidup tanpa kalian~” Meracau tanpa henti terkait rasa tergiurnya akan bayangan rokok serta kopi yang terasa nikmat untuk didapatkan segera, Pepita baru menyadari bahwa gumaman dirinya itu agak sedikit mengganggu sang teman sebangku. “Ah, maaf, Sumi. Apa itu mengganggu konsentrasimu?” tanya Pepita dengan harap-harap cemas seraya memusatkan perhatiannya kepada teman kelas di samping bangkunya itu.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai pecinta kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status