Pendekar Salah Zaman
Langkah mereka bergema pelan di lantai yang bersih, suasana masih setengah kosong—belum ada hiruk pikuk tamu, hanya beberapa staf yang lalu lalang menyiapkan sesuatu.
Begitu masuk ke area pertama, lobi utama.
Ruangan luas dengan langit-langit tinggi, beberapa sofa tersusun rapi, meja kaca di tengah, dan dekorasi yang terlihat mahal tapi tidak berlebihan.
Dimas berhenti, lalu sedikit berbalik ke arah Rangga.
“Ini nanti jadi area tunggu tamu undangan, mas.”
Tangannya mengarah ke sekeliling.
الفصول الرائجة