Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Dia berbalik dan membuka pintu gerbang mengijinkan mobil keren milik Leon masuk ke halaman yang luas, Tidak lupa, sekuriti memberitahu di mana harus parkir dan menemui Mami Mirina. Leon dan Baharudin geleng-geleng kepala. Dari tampilan rumah dan bagaimana mereka menerima tamu yang datang, sangat jelas ditata begitu rupa, tidak bisa sembarang orang datang. Sampai di mana tamu boleh masuk, juga ada tanda dan batas yang harus diikuti seperti di gedung pejabat negara saja. "Lu tahu yang gue pikir?" Baharudin memandang Leon sementara mereka berjalan menuju lobby tempat menerima tamu.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
Parfum Pemikat Wanita

Parfum Pemikat Wanita

Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan ruangan tamu yang remang-remang karena gorden jendela sengaja ditutup rapat oleh sang pemilik rumah. "Teh?"
1016.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Langkah mereka bergema pelan di lantai yang bersih, suasana masih setengah kosong—belum ada hiruk pikuk tamu, hanya beberapa staf yang lalu lalang menyiapkan sesuatu. Begitu masuk ke area pertama, lobi utama. Ruangan luas dengan langit-langit tinggi, beberapa sofa tersusun rapi, meja kaca di tengah, dan dekorasi yang terlihat mahal tapi tidak berlebihan. Dimas berhenti, lalu sedikit berbalik ke arah Rangga. “Ini nanti jadi area tunggu tamu undangan, mas.” Tangannya mengarah ke sekeliling.
10998 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
Nikahi Mantan Istriku

Nikahi Mantan Istriku

Banyak tumpukan pakaian yang menunggu di teriska. Ruang tamu, tidak ada kursi dan meja. Hanya ada karpet sedikit kumal yang di gelar di lantai. Juga ada bufet kayu yang kaca-kacanya sudah terlepas. Dan Televisi model jaman dulu seukuran 14 inci yang ada di dalam bupet tersebut. Arini segera duduk di karpet yang dihamparkan di ruangan tamu. Matanya memandang ke arah jam dinding yang jarumnya tidak lagi berjalan.
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
PERCIK (Aku Mencintaimu, Bang!)

PERCIK (Aku Mencintaimu, Bang!)

Rubi melangkah mendahului Harun ke dalam rumah. Harun pun mau tidak mau akhirnya mengikuti Rubi masuk ke ruang tamu yang luas dengan susunan satu set sofa mewah berukuran besar berwarna krem di sana. Berbagai pajangan mahal tampak tertata rapi di sebuah lemari besar pembatas ruangan antara ruang tamu dengan ruang tengah di sana. "Sini aja, deh, Bang! Lebih santai!" Rubi terus masuk dan mengajak Harun mengikutinya.
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
Jeratan Cinta Mantan

Jeratan Cinta Mantan

Tenda putih campur hijau memenuhi pekarangan kedua bangunan yang menjadi luas, setelah tembok pembatasnya diruntuhkan. Sitha tidak jadi mengontrakkan rumahnya dan menuruti permintaan Emris untuk membongkar sekat antara 2 bangunan. Dengan begitu, ruang tamu dan ruang tengah menjadi lebih luas, dan mampu menampung puluhan orang dalam satu kesempatan.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku

Menjadi Istri Musuh Bebuyutanku

ujar salah satu teman pria seangkatannya, memandangi Puspa dari ujung kepala sampai ujung kaki terang-terangan. Puspa hanya membalasnya dengan senyuman sopan dan anggukan kecil. Para tamu akhirnya diarahkan menuju area utama. Konsep ruangan diatur menyerupai jamuan fine dining, dengan meja-meja bundar yang dilapisi kain linen putih dan hiasan bunga segar di tengahnya. Puspa berjalan menuju mejanya sendiri. Di sana, terdapat satu kursi kosong di sisinya yang telah disiapkan khusus untuk Jarren.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
prasidafai
Halo, mantemans ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡ Jumpa lagi dengan ceritaku. Kali ini aku bawain yang manis-manis tapi nggakn bikin diabetes hihi. Semoga suka dan terhibur yaaa. Jangan lupa beri ulasan positif dan bintang lima untuk cerita Puspa dan Jarren. Terima kasih banyak, selamat membaca (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
wh1teF1sh
aku suka banget cerita ini. seru. 2 tokoh utamanya kadang bikin heart melting, kadang nyebelin, kadang kotjak. warna baru dari kisah2 dan karakter² yang pernah penulis ciptakan. dan selalu dibikin penasaran dan emosi kaya rollercoaster..
Baca Semua Ulasan
PEREMPUAN DI BALIK LENTERA

PEREMPUAN DI BALIK LENTERA

Ada jeda kecil setelah itu. Bukan keheningan yang canggung. Tidak pula keheningan yang menuntut kelanjutan. Lebih seperti dua orang yang sama-sama memahami batas, dan memilih berdiri di sisinya masing-masing tanpa mencoba melangkah lebih dekat. “Ada kain yang perlu dipindahkan ke ruang tamu kecil,” ujar tuan muda akhirnya. “Biasanya itu bukan bagianmu, tapi hari ini orangnya tidak ada.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
Antara Dendam dan Cinta

Antara Dendam dan Cinta

Menjamin tidak ada orang asing yang menguntit. “Di mana dia?” tanya Mulan yang mengamati keadaan ruang tamu yang cukup luas. Ruangan yang cukup membosankan. Hanya ada sofa panjang di setiap sisi untuk tempat menyambut tamu dan bersantai. Tidak ada televisi atau hiburan lain. Selain meja yang penuh dengan botol minuman. Mulan simpulkan kesenangan mereka hanya mabuk dan wanita.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pajangan angsa putih serta kue tar besar dan bertingkat yang ditempatkan di tengah-tengah ruangan menjadi pusat perhatian kedua setelah altar besar yang dibangun dengan kayu-kayu eksotik. Suasananya memukau sekaligus syahdu. Sedikitnya tamu yang datang menambah kesan intim dari acara yang akan diadakan hari ini. Namun, Ben sendiri belum melihat secara langsung ruangan besar itu, sebab ia masih berada di ruangan lain yang jauh lebih kecil untuk mempersiapkan diri. Ia berbalik ke kanan dan kiri di depan cermin besar di hadapannya. Kedua tangannya terus membetulkan letak dasi kupu-kupu coklat yang melengkapi kemeja krem serta jas hitamnya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai pembatas ruangan tamu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status