Pelakor Tak Pantas Bahagia
sela Alika dengan mata berbinar, sebelum Adam menyelesaikan perkataannya, dia dari awal tidak percaya kalau Adam bekerja, dia lebih seperti pengangguran.
"Aku belum menyelesaikan kata-kataku," jelas Adam.
"Maaf, aku terlalu bersemangat, ayo lanjutkan lah," ucap Alika.
"Sebenarnya aku adalah pembunuh bayaran!" ucap Adam tegas dan dengan satu tarikan napas.
Alika bengong beberapa saat mendengar pengakuan Adam, hingga tak lama kemudian, tawanya pecah.
"Hahahaha, kamu jangan bercanda, nggak lucu tau, di Indonesia mana ada pembunuh bayaran, apa kamu sakit? Atau mungkin ini efek luka-lukamu?"