Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

lanjut ibu. "Ibu juga udah nahan diri, kehadiran kamu itu cuma jadi benalu," ucap ibu dengan marah, marah yang tidak berlogika. "Cukup, Bu!" sentak Mas Pamuji membuat semua terkejut. "Aku nggak habis pikir sama jalan pikiran Ibu, apa Nurma sama Rima juga benalu bagi suami-suami mereka? Enggak, kan!" jawab Mas Pamuji tidak kalah marah.
74.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Untuk Anakku

Menjadi Ibu Untuk Anakku

“Apa?” Senyum Megan mengembang, tangannya mengambil telapak tangan Kiano yang masih menempel di pipinya. Kemudian mengecup punggung tangan mungil tersebut dan berkata, “Mama senang. Sangat bahagia memiliki putra setampan ini. Mama hampir tak percaya semua ini benar-benar mimpi.” Kiano tersenyum. “Kiano juga bahagia memiliki mama seperti mama.”
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
Pesona Ibu Tiri Temanku

Pesona Ibu Tiri Temanku

"Terima kasih, Gilbert. Kamu pengertian banget ya. Jarang lho ada cowok semuda kamu yang se-mature ini. Biasanya anak-anak seumuran kamu kan masih suka main-main, nggak serius." Pipi Gilbert terasa panas membaca pujian itu. "Ah, nggak juga kok, Kak. Aku juga masih belajar jadi dewasa. Cuma kebetulan Ibu aku dulu sering ngajarin buat peka sama perasaan orang lain." "Ibumu pasti bangga punya anak seperti kamu." Gilbert tersenyum sedih. Ia teringat ibunya yang sudah meninggal lima tahun lalu karena sakit.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Super (Aku bisa Tanpamu, Mas!)

Ibu Super (Aku bisa Tanpamu, Mas!)

pintaku. "Pasti, Nak! Tanpa kalian pinta doa ibu selalu menyertai kalian. Ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk cucu dan menantu Ibu. Yang sabar ya, Nak! Yang kuat, kamu adalah ibu hebat. Ibu bangga menjadi mertua dari menatu hebat sepertimu." "Terima kasih, Bu," jawabku. Hmm ... sebangga apapun Ibu mertua memilikiku, tetap saja anaknya sudah tak menginginkanku lagi.
1018.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

sambung satu suara lagi hingga yang lainnya pun tertawa ramai menanggapi. "Oh, ya harus itu. Urusan perut dan yang di bawah perut!" Ibu yang tadi kembali menyahuti hingga suasana jadi semakin ramai. Emily hanya mendengarkan candaan para ibu itu. Dia sedang mencoba mengingat bahan masakan dan bumbu apa saja yang harus dibelinya. Emily sedikit lupa. Padahal semalam dia sudah mempelajarinya lewat youtube. Juga menghapal bumbu-bumbu apa saja yang harus dibelinya. Tapi sekarang semua yang telah dia hapal itu seperti hilang dari kepalanya. Buyar dan bercampur jadi satu dengan bumbu-bumbu masakan lain yang juga sedang dipelajarinya.
9.6286.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
THE SON OF DESTINY

THE SON OF DESTINY

“Rupanya saya kalah cepat dari anak itu.” Perbincangan mereka selanjutnya membahas mengenai perayaan mengandungnya sang Permaisuri. Ibu Suri tampak sangat bersemangat membahas hal ini. Melihat ibunya nampak sangat gembira, Ming Shi turut bahagia. Ia ingin membahagiakan ibunya ini. Wanita yang melahirkannya ke dunia dan terus berjuang membesarkannya, walaupun orang lainnya menyebutnya anak terkutuk.
8.820.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
Iparku Menjadi Ibu Susu Anakku

Iparku Menjadi Ibu Susu Anakku

Ia tersenyum sambil mengangguk ke arah perawat itu. "Beruntung sekali air susunya melimpah. Dulu saya sempat jaga di rumah sakit ibu dan anak. Banyak ibu yang terpaksa tidak bisa menyusu bayinya karena ASI-nya tidak mau keluar. Oh, ya. Mbak lupa bawa breastpad ya? Mau saya mintakan ke teman saya di nurse station? Biar nggak rembes ke baju." Sang perawat rupanya sangat ramah.
611.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

Kenapa Mamanya tidak masuk saja? “Oh, gak ada.” “Gak ada tapi nangis.” Ivana berdecak. “Mama masih marah ya sama kamu. Gak usah sok akrab deh. Jangan ngomong sama Mama.” “Idih. Apasih? Kayak anak kecil aja. Udah deh Ma … jangan terlalu lama marahnya, nanti cepet tua loh?” “Mama marah karena kamu! Kamu nih, kok kurang ajar sekali sama orang tua.” Lalu Ivana pergi dan melengos. Sebastian terkekeh. Tahu jika Mamanya tidak bisa marah terlalu lama kepadanya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
Hanya Sebatas Ibu Susu

Hanya Sebatas Ibu Susu

"Marissa, kamu harus belajar menjadi ibu yang baik. Farrel membutuhkanmu, dan kamu tidak bisa menyerahkan semua tanggung jawab kepada orang lain." Marissa mengangguk, tapi tidak ada ekspresi penyesalan di wajahnya. Mama Vina merasa bahwa Marissa tidak peduli dengan nasihatnya. "Marissa, Mama ingin kamu tahu bahwa menjadi ibu bukan hanya tentang melahirkan anak, tapi juga tentang merawat dan membesarkan mereka dengan kasih sayang dan perhatian," kata Mama Vina dengan nada yang lembut tapi tegas.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai pemuas ibu ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status