Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GADIS YANG TERNODAI

GADIS YANG TERNODAI

POV DARA 🏵️🏵️🏵️ Aku membuka mata dan melihat sekeliling, ternyata aku berada di kamar. Auh! “Kepalaku pusing banget.” Aku berusaha duduk. “Pelan-pelan, Dek. Tadi kamu pingsan. Dokter Mira sudah memeriksa keadaanmu,” ucap Mas Revan lalu membantuku duduk. “Iya, Sayang, jangan banyak gerak dulu, yah,” lanjut mama mertua. “Aku kenapa, Mas?” tanyaku karena melihat Dokter Mira.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Sebelum Cinta Itu Hilang

Sebelum Cinta Itu Hilang

Tapi yang muncul di layar bukan jam, melainkan pesan dari Tania: “Sudah selesai main keluarga bahagia? Aku tunggu nanti malam.” Pesan itu muncul begitu saja, terang dan jelas di layar, seperti peluru yang menembus seluruh upaya yang tadi ia rancang. Raka tertegun, buru-buru mematikan layar. Tapi Nadine sudah melihatnya. Ia tahu dari sorot mata perempuan itu yang kini membeku.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

Membiarkan benda pipih itu terus bergetar. “Cepat angkat!” suruh Danur. Yang juga ikut penasaran. Sebelum benda pilih itu berhenti bersuara dengan sigap Feri menggesek tombol hijau yang berkedip-kedip, lalu menghidupkan speaker agar suara dari seberang sana dapat didengar oleh Wanda dan Danur. “Assalamu'alaikum,” sapa seseorang dari seberang sana. “Feri. Apa Nasrul datang ke tempat kalian?” lanjut orang itu lagi.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

Ramandika menarik napas dalam-dalam, dua bola matanya mengarah kepada Sandika yang berbaring di sampingnya. "Menurut keterangan dari pemilik warung ini, di sana terdapat beberapa desa kecil yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Tentu, ini akan menjadi kesempatan bagi kita untuk memanjakan mata sebelum tiba di Lembah Naga," jawab Ramandika menuturkan. "Benarkah, Ramandika?" tanya Kuntala lagi. "Iya, masa aku bohong. Kau tanyakan saja kepada pemilik warung ini jika tidak percaya!" hardik Ramandika.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 996 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

tanyanya untuk merelaksasi topik pembicaraan. Wildan menunjukkan lesung pipinya. “Hari kan tanggal merah, Neng. Em…. tapi Aa bisa kan meminta waktu Neng untuk berbicara empat mata? Entah kapan Neng ada waktunya, Aa setia menunggu kabar dari Neng. Maaf, bukan Aa tidak mencoba mengerti situasi Neng saat ini, Aa cuma butuh kepastian,” tegasnya. Santi tak berani mengucapkan kata persetujuan. Namun, ia juga tak bisa mematahkan asa Wildan. Hanya sebuah lambungan senyum yang mampu ia berikan sebagai jawaban.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
TERNYATA JODOH

TERNYATA JODOH

tandasnya. "Oh? Bagaimana denganmu? Kalau di sini ada kaca, kenapa nggak coba lihat dirimu di kaca dan tanyakan hal ini pada bayanganmu sendiri." Tila tersenyum miring dan meletakkan garpu serta sendok di atas piring makan. "Aku sedang membicarakan dirimu." Adam mendengus. "Lalu, sejak tadi aku sedang membicarakan siapa? Tentu saja dirimu," balas Tila tak mau kalah.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Danuranda (Pendekar Nusantara)

Danuranda (Pendekar Nusantara)

Danuranda ingin secepat mungkin ingin pulang dan memberitahu bu Tais tentang dirinya yang ingin mengembara mencari petapa sakti itu. Ketika hari sudah mulai gelap, barulah Danuranda selesai berjualan. Ia langsung bergegas cepat kembali ke rumah. *** "Kau benar-benar yakin ingin mencari petapa itu nur?" bu Tais kembali meyakinkan ucapan Danuranda yang ingin mencari keberadaan petapa sakti itu. "Aku benar-benar yakin bu, setelah semua urusanku selesai, aku akan kembali ke desa ini lagi dan membantu mencari kayu bakar lagi," kata Danuranda.
9.95.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Reyhan pun izin pamit untuk mengangkat teleponnya. "Dari siapa?" tanya Katrina saat suaminya kembali bergabung bersama mereka di meja makan. "Aku tidak tahu, dia tidak menyebutkan namanya. Dia cuma bilang, kalau dia tertarik dengan produk baru yang aku pamerkan di acara Walmart tempo hari dan berniat menjalin kerja sama dengan Company Grup," "Loh, aneh sekali, ingin kerja sama tapi tidak memperkenalkan diri,"
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Dirga berjanji tulus. “Tatap lima detik terus langsung nunduk, ya,” Nada menyelutuk sambil tersenyum jahil. “Iya, Sayang. Apapun itu, demi kamu Mas lakuin.” “Promise?” Nada mengulurkan jari kelingkingnya. “Yup, I’m promosi, sayang,” Dirga menjawab sambil menyatukan jari kelingkingnya dengan Nada. “Kok promosi?”
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Ketika Calon CEO Jatuh Cinta

Ketika Calon CEO Jatuh Cinta

Nanda bahkan enggan melepaskan pandangannya sehingga Kiki kini sedang berbicara sendiri. "Nanda… Nanda?" panggil Kiki yang sadar bahwa Nanda kini tengah tidak memperhatikannya. "Nanda, apa yang kau lihat?" Nanda tersentak. Cepat-cepat ia menoleh ke Kiki. "Maaf, tadi aku tidak fokus… Tolong, jelaskan lagi!" ***
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status