Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELAKOR KAPOK

PELAKOR KAPOK

cetus Ibu. "Bu kalian tahu dia siapa?" sungutku kesal. Ibu menggelengkan kepala, sedangkan Mba Desi menjawab, "Dia itu sahabtku dulu, kita lama banget gak ketemu," jawabnya. "iya, dia Sinta mantan istri, Mas Lengga! Yang kalian bicarakan aku, Mba!" ketusku kesal. Mba Desi dan Ibu menutup mulut bersamaan. "Maaf, Ibu gak tahu!" lirih Ibu. "Lengga maafkan Ibu," sambungnya. Mas Lengga hanya diam saja.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Anak Pria Miskin

Ibu Susu Anak Pria Miskin

“Tuan Bryan, aku sudah membuat reservasi. Aku seorang penggemarmu. Ayo, duduk bersama di mejaku saja!” “Tuan Bryan. Kumohon berfoto denganku. Aku fans-mu, Papa Lizzie!” “Ya Tuhan, kau lebih gagah dari yang kulihat di Youyube!” “Lizzie, Sayang. Aku ingin menjadi ibumu! Akh!!!” Banyak sorakan dari banyak penggemar yang kesemuanya nyaris wanita. Semuanya berteriak memanggil sosok pria tampan nan gagah yang saat ini menggendong bayi satu tahun setengah di pelukannya.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

ucap Qeiza setelah selesai menghabiskan puding mango. "Tidak masalah gendut juga, kamu tetap terlihat cantik," jawab mami. "Puding mangonya masih banyak. Mami sengaja membuatnya agak lebih. Nanti sore kamu dan Arlando kasih puding mango ini ke orangtuamu." "Iya mam," jawab Qeiza cepat, senang karena akan pulang. "Tapi jangan lama-lama di sana. Pulang dari rumah orangtuamu, ambilkan baju pesanan mami di rumah Tante Tesa."
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Mama

Jodoh di Tangan Mama

desah Asa pelan saat di sofa itu hanya tersisa dirinya dan sang ibu. “Capek ya, Bang?” tanya Padma seraya tertawa kecil. “Udah gih, sana ngopi. Tadi kayaknya Mama liat ada coffee shop yang nggak terlalu jauh dari sini.” “Terus Mama gimana?”
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

Kata-kata yang diucapkannya sambil menangis. Benarkah Ibu seorang pel-acur? Benarkah Ibu menjual diri, bukan sekedar menjadi pelayan? Dan benarkah, bahwa Papanya Helena tidur dengan Ibu? *** Pagi-pagi sekali, Ibu datang. Wajahnya yang cantik tampak sangat lelah. "Kenapa Ibu nggak angkat teleponku?" Ibu menoleh sejenak, memberi jeda pada kegiatannya membuka kotak styrofoam yang beraroma bubur ayam.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
RAHASIA IBU

RAHASIA IBU

Mereka adalah tim MUA yang akan mendandani Ibu untuk hari bersejarahnya ini. Ibu terlihat cantik dan memesona. Dengan memakai kebaya berwarna putih tulang, dipadukan polesan makeup flawless membuat perempuanku itu terlihat lebih muda. Mungkin orang tak akan menyangka jika tahun ini Ibu sudah berusia 37 tahun. “Ibu cantik,” pujiku menatap Ibu tiada puasnya. “Pak Arya akan kaget melihat Ibu.”
1054.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Pernikahan Palsu (Aku Bukan Istri yang Diinginkan)

Pernikahan Palsu (Aku Bukan Istri yang Diinginkan)

Matanya membulat tak mengerti saat ibunya yang tidak menggunakan baju, bergerak naik turun di atas seorang lelaki asing, yang juga tidak tampak polos. Suara-suara aneh yang Padma dengar tadi rupanya berasal dari mulut ibunya, yang tengah memejamkan mata dan bergerak-gerak layaknya menunggangi kuda. Padma mengerjap bingung. Apa yang sedang ibunya lakukan bersama laki-laki asing yang bukan ayahnya? Apa ibunya sedang belajar menunggang kuda? "Ma?" Padma memutuskan memanggil Ghina. "Mama lagi apa? Aku haus."
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Pembalasan Seorang Ibu

Pembalasan Seorang Ibu

Nea, putriku . Ibu sangat merindukanmu ....
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
PENEBUS DOSA PENDUA

PENEBUS DOSA PENDUA

“Kamu kenapa? Mukamu pucat.” “Enggak… cuma—” Amora menggigit bibir bawahnya. “Dia bilang sesuatu nggak, Ma?” Ibunya menggeleng pelan. “Cuma bilang kamu habis menghadiri acara pribadi dan sedikit kelelahan. Dia nggak cerita macam-macam. Kenapa memangnya? Kalian ngomongin hal penting?” Amora berdiri. “Aku harus menelepon dia.” Ibunya mengangkat alis. “Amora?”
10635 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

“Atau … mau Mama jodohin aja? Mama juga punya banyak kenalan. Temen arisan Mama punya anak cewek, cuantikk.” “Emangnya secantik apa sih Ma?” Sebastian bertanya dengan sorot jengah. Sudah lelah karena Mamanya mulai membahas tentang perjodohan. “Lagian … aku udah punya calonnya. Tinggal di kenalin aja sama kalian.” “MASA?!” “MASA?!” Haris dan Ivana bertanya bersamaan. Raut mereka kali ini lebih aneh saking seriusnya. “Hm. Lebih cantik dari Mama. Lebih dewasa dari Mama, dan lebih lembut dari Mama.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status