Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Susu Bayi Mantan

Ibu Susu Bayi Mantan

“Apa? Apa yang anda maksud?” “Saya akan membantu membayar biaya perawatan ibumu,” Dian berkata pelan, tapi pasti. “Tapi … bisakah kamu menjadi ibu susu untuk anak keponakan saya?” “Ibu susu?” “Iya, keponakan saya mencari ibu susu. Istrinya meninggal, bisakah kamu membantunya? Kami akan membayar, berapapun yang kamu inginkan. Bahkan, sampai pengobatan ibumu selesai.” Ucap Dian dengan nada yakin.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Anak Dosenku

Ibu Susu Anak Dosenku

tanya Lela bisik-bisik. "Ibunya Baby Dam." Segera, gadis itu mengamati wanita yang sedang berdebat dengan Bara. Diakuinya ibu Baby Dam sangat cantik. Bahkan, lebih cantik daripada fotonya! Akan tetapi, mendengar perdebatan mereka, Lela jadi tak yakin kalau wanita itu memiliki hati secantik wajahnya..... apalagi melihat kenyataan bahwa Baby Dam juga menjadi korban dari keegoisannya.
9.9106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Cinta Tersembunyi Paman Jorge

Cinta Tersembunyi Paman Jorge

“Ibuku ada di mana?” “Di rumah, Calista.” Jorge berkata dengan tenang walaupun jauh dalam hati dia merasa sangat senewen. “Ibumu sedang menunggu, cemas sekali.” “Aku mau pulang.” Tiba-tiba wanita itu menangis sesenggukan seperti anak kecil. “Aku kangen dengan Ibu.” “Iya, iya.” Jorge melirik Gondo seketika itu juga, merasa cemas dengan kelakuan Calista yang agak ganjil. “Ayo kita pulang, sudah menjelang malam.”
9.97.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

Mukanya terlihat masam. “Enak aja! Emangnya, Ibu pembantu kalian? Ya, Adibalah yang masak.” Aku langsung terkesiap. Kaget juga dengan jawaban Ibu barusan. Apalagi dengan tatapannya yang sangat tajam menguliti. “E-eh, iya, Bu. Adiba pandai masak, kok. Rajin dia.” “Bagus! Harus multi fungsi kalau mau jadi mantu Ibu. Jangan sampai kejadian Gista keulang lagi, ya! Ibu nggak mau.”Ibu mlengos. Membuat dadaku makin mencelos.
1060.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
HADIAH MUKENA DARI IBU

HADIAH MUKENA DARI IBU

kata Bude Darmi lagi. “Mbak, terima kasih ya, sudah mau dititipin mukena. Aku harus masak. Dinis belum makan,” kata ibu sambil berlalu ke dalam. “Kamu kalau sudah besar diatur orang tua mau ya, Dinis! Itu lihat ibu kamu! Nasibnya terlunta-lunta. Kamu ikut dibawa sengsara. Kalau dapat pegawai negeri seperti aku, kamu akan bahagia. Lihat itu Mbak Fariha, senang ‘kan hidupnya?” Bude darmi memang selalu membanggakan kemewahan Mbak Fariha, anak perempuan semata wayangnya yang sekarang duduk di bangku SMP.
1019.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Kesayangan Mantan

Ibu Susu Kesayangan Mantan

"dengar-dengar sudah ada pengasuh baru ya?" Ardan kontan mengulum senyum kikuk. "I-iya, kamu tahu dari siapa?" “Bibi Irma,” jawabnya ringan. “Katanya cantik, ya? Masih muda?” Nada suaranya terdengar seperti pancingan. Ardan menelan ludah, berusaha tetap tenang. “Heh, kamu bisa aja. Ya, namanya juga pengasuh. Yang penting dia tanggung jawab.”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

POV Guntur [Gun, Minggu depan kamu gajian' kan? Ibu minta kamu buat beliin mesin suci, ibu sudah tua sudah gak kuat kalo nyuci pake tangan, di tambah lagi Rosi, istrinya Yoga, kan kamu tahu sendiri dia lagi hamil, kasihan kalo bekerja yang berat-berat] Satu pesan masuk yang dikirim oleh ibu beberapa waktu lalu.
9.4123.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

Semoga saja kali ini dia akan diam dan ber oh ria, dengan begitu aku bisa melanjutkan langkahku untuk menindaklanjuti pencarian. “Astaga ... Rosa? Yang baru aja pindah beberapa hari lalu? Yang punya anak kecil perempuan itu, ya? Suaminya tampan dan kece? Oalah ... Mbak ini temennya Rosa. Pantes cantik dan kelihatan berkelas. Rosa juga katanya istri pengusaha, suaminya kaya. Tapi saya, ya, heran. Masak orang kaya tinggal di perkampungan gini, mana ngontrak lagi. Hehehe, bener nggak tuh, Mbak? Eh, maaf, ya. Saya keceplosan, hanya bercanda. Nggak usah dimasukin hati loh, Mbak. Jangan diadukan, ya. Nggak baik loh adu domba, apalagi ngegibah. Hih, dosa!” ujar Ibu tersebut panjang lebar membuat ke
1064.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Mbak Vita menunjukkan piring kosong bekas bubur kacang ijo tadi. "Ish, aku juga membawakan ibu pisang goreng. Nih, lihat!" Mbak Sindi tidak mau kalah dengan menunjukkan makanan yang ia bawa. "Telat, Ibu sudah kenyang." Mbak Vita mencibir. "Enggak, dong. Ibu pasti masih mau makan pisang goreng ini, kan? Ini enak, lho, Bu, karena ini pisang kepok dan digoreng dengan penuh cinta dari seorang menantu untuk ibu mertua tersayang." Mbak Sindi mengambil satu potong pisang dan mendekatkan ke mulut ibu.
18.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai pendosa ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status