Janda Kembang
"Ah, sudahlah! Aku mikir apa to iki, orang kaya dan tampan kayak gitu mana mungkin naksir Saras, to? Reyhan bisa cari gadis cantik di kotanya, mana mau orang desa kayak Saras."
Saat sedang bicara dengan dirinya sendiri, Pakde Jarwo dikejutkan oleh tepukan tangan dari belakang.
"Hei, ngelamun apa to Pak?"
"Eh, Bune sudah datang!"
"Iya, aku tadi lewat pintu belakang."
"Ayo masuk Bu, aku lapar."
"Sek to, tunggu!"
"Ada apa to Bu?"
"Bapak ngelamun apa? Hayo, jangan coba-coba mikirin janda genit penjual kopi di warung perempatan jalan sana ya!"
Chapitres populaires