Biar aku ceritakan pengalaman nyari penulis 'Habis Gelap Terbitlah Terang' yang ternyata lebih mudah dari yang kupikir.
Biasanya, yang pertama kulihat itu sampul depan — nama pengarang sering sekali dicetak jelas di bawah judul atau di pojok bawah. Kalau edisinya lawas atau replika, kadang nama itu kecil atau hilang karena aus, jadi langkah selanjutnya adalah membuka buku ke halaman judul (title page). Di halaman judul biasanya tercantum judul lengkap, nama pengarang, dan keterangan penerbit. Setelah itu aku selalu melirik halaman hak cipta atau kolofon; di situ ada informasi cetakan, tahun terbit, nomor ISBN, dan kadang penjelasan soal edisi atau penerjemah.
Kalau masih ragu, aku cek katalog perpustakaan atau database online seperti Perpusnas, WorldCat, atau Google Books. Situs-situs itu sering menampilkan metadata lengkap termasuk nama pengarang, ISBN, dan edisi. Kadang juga ada catatan bibliografi di belakang buku atau di bagian penutup yang menyebutkan sumber atau penulis aslinya. Intinya, jika kamu pegang bukunya langsung, lihat sampul, title page, dan kolofon; jika cuma online, cek katalog perpustakaan atau metadata penerbit. Pengalaman menemukan nama pengarang di buku bekas itu selalu kasih rasa puas kecil — seperti menemukan petunjuk tersembunyi di sebuah game lama.