Sang Penakluk
Siwi tertawa kecil dan matanya mulai memanas.
“Tapi demi dirimu, putri keraton Solo yang kecantikannya mengalahkan Roro Jonggrang, aku memintamu malam ini. Disaksikan kedua orang tua dan juga keluarga, aku, Genta Mertanandi, memintamu untuk menjadi pendampingku selamanya. Menjadi istri tukang gamelan!”
Siwi mengangguk dan semua tertawa bercampur menangis bahagia.
“Ya! Aku mau!” sahut Siwi dan memeluk Genta dengan erat.