Membuang Bulan Demi Batu Biasa
Suara tidak keras, tetapi kata-kata kotor, tawa ejekan, suara kain yang robek, semuanya seperti jarum menusuk telinganya.
Dia mengulurkan tangan untuk mencabut flashdisk, tetapi jari-jarinya gemetar hingga tak tepat sasaran. Akhirnya, dia menariknya dengan paksa, bahkan laptop ikut jatuh ke lantai. Layar menjadi gelap.
Dia bersandar pada meja, terengah-engah. Dadanya seperti tertindih batu besar, pandangannya mulai menggelap. Di benaknya terus berulang wajah putrinya yang putus asa.
Chapitres populaires