Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Satu per satu. Ia berjalan pergi, meninggalkan rumah yang dulu disebut surga, kini hanya menyisakan puing-puing kesetiaan yang hancur. Setiap langkahnya adalah janji, setiap tetes air mata adalah sumpah. Ia akan kembali. Dan ketika itu terjadi, tidak akan ada ampun. mohon kasih dukungan yang banyak dong... author butuh dukungan kalian semua... terimakasih 🥰🥰🥰
10744 viewsCompletedAdded to Library 26 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

petugas toko yang cerdik itu menatap dengan mata tertegun penuh kebingungan ke arah Boss Tang, sama sekali tidak tahu bagaimana cara menanggapi pertanyaan yang absurd itu. 'Sial—ini sama sekali bukan batu kasar untuk dijual, hanya batu lanskap biasa untuk dekorasi dengan peluang nol koma nol persen untuk menghasilkan batu giok apapun!' "Pfft!" Seseorang tidak bisa menahan tawa yang meledak. "Hahahahaha..." setiap penjudi dan penonton yang hadir meledak menjadi gelak tawa yang keras bagaikan tawa babi yang disembelih.
9.673.7K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Benih Terlarang Bos Brondongku

Benih Terlarang Bos Brondongku

Hanya aku dan laut. Aku duduk di atas batu karang besar, menatap ombak yang datang silih berganti. Air mataku akhirnya jatuh, tanpa suara. Aku tidak tahu, apakah ini air mata sedih, lelah, atau sekadar lega karena akhirnya bisa menangis tanpa harus berpura-pura kuat. “Dulu aku bahagia, sebelum semua berubah, sebelum cinta jadi serumit ini.”
105.1K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Tetangga

Terpaksa Menikahi Tetangga

Kini tangan Rey yang bertengger di bibirku. Beneran kurang ajar, rasanya aku pengen nimpuk nih orang pake batu, biar jadi batu beneran. To be contonue
9.6165.6K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Lagi Nehan mengucapkan maaf. Mimi menunduk, tangisnya tak bisa dia tahan. Meski tak ada suara, bahu Mimi berguncang-guncang. Semua kepedihan meluap. Andai mampu Mimi akan memukul dan menampar Nehan, supaya dia lega. Tapi Mimi tidak bisa melakukannya. Hanya perih yang masih bertumpuk dan bergulung-gulung di dada Mimi. "Sayang ...." Viviana menyentuh pundak Mimi.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 523 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Saat ia membelakangi Langit. "Batu ini menyingkap lapisan. Bukan untuk dihukum, tapi untuk dikenali," gumamnya. Dan saat itulah, bayangan Rakasura dalam batu membuka mata. Sosok dalam bayangan itu berbicara, tapi tidak ada suara. Hanya getaran dalam dada—gelombang emosi yang tajam dan menyakitkan. Rasa bersalah. Penolakan. Kemarahan. Kesepian.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Dia memegang gagang mesin pemotong batu dan bernafas naik turun beberapa kali, kemudian menariknya ke bawah lagi. Kali ini, hati semua orang ikut berubah menjadi gelap. Habislah, habislah. Di dalam sebongkah batu ini tidak terdapat apapun dan tetap merupakan batu. Bukankah sudah tidak ada apa-apanya? Sekelompok orang sulit untuk menerimanya. Domias bahkan marah hingga wajahnya berubah bentuk. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya dengan tidak senang. Setelah menghisap beberapa mulut, dia menghembuskan gumpalan asap.
9.1804.2K viewsCompletedAdded to Library 32.2K Times as pengarang batu menangis
Show Reviews (84)
Read
+Library
Sidartha Tung
Penulisnya seperti ganti orang. Sejak bab 1157 ceritanya mulai ngaco dan semakin kesini semakin ngaco. Alur cerita ngaco ga nyambung, power level ngaco pula. Makin dibaca makin bad mood jadinya. Penulis baru goblok, minimal baca dulu cerita sebelnya yg lengkap biar nyambung bikin ceritanya, OON!!
InZoe
Kakaknya updatenya satu2 bab/hr, tp setiap brp minggu sx langsung brp puluh bab yg d update dlm 1 hr. saran aja sih ka, mending di bikin sehari brp bab. misalnya 5 bab/ hr tp konsisten. ada sih d sblh yg tiap hr 15 bab. emg sih pas update byk bab kita puas bgt bacanya. tp pas satu2, kitanya kesel.
Read All Reviews
ANAK TUKANG CUCI PIRING

ANAK TUKANG CUCI PIRING

Mataku memicing saat melihat sesuatu yang terasa aneh. Benar, tubuh lelaki itu nampak bergetar, kepalanya menunduk dalam, satu tangannya memegangi batu nisan. Sadar jika dia tengah menangis, hatiku ikut nyeri, tapi entah karena apa. Aku sendiri merasa bingung, nyeri karena ikut bersedih, atau nyeri karena sebuah rasa cemburu semata. Lagi, aku beristigfar, lalu berhenti menatap ke arah sana. Kusingkirkan segala perasaan yang membebani hati ini dengan cara meminum es teh manis pemberian si penjual.
1060.7K viewsOngoingAdded to Library 1.8K Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Batu yang penuh dengan sesajen busuk yang sudah lama tersimpan di bawah sana. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Tiba-tiba, DUAGGG Kakiku secara refleks menendang batu itu dengan sekuat tenaga, dan berteriak di depan batu itu tanpa mempedulikan bahwa mungkin saja, makhluk yang diam di batu itu akan murka atas apa yang aku lakukan. “HEY!!! BALIKIN ANAK MANUSIA YANG ADA DISANA!!” DUAGGGG
10126.2K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as pengarang batu menangis
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Read All Reviews
CINTAKU TERGADAI

CINTAKU TERGADAI

ancam Jovan. Aku hanya terdiam mendengar ucapan Jo, lidah ku keluh untuk menjawab ucapannya, hingga Jovan menghilang dari hadapanku bersama mobilnya. "Jo, tapi ini malam pengantin kita," ucapku dalam hati. Aku masuk ke dalam kamar dan menangis sesegukkan. Entah bagaimana rasa hatiku saat ini. Aku menangis terlalu lama, hingga mataku lelah dan akhirnya aku tertidur. Saat aku terbangun, aku liarkan mataku mencari jam dinding.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as pengarang batu menangis
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status