Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Pewaris yang Terbuang

Sang Pewaris yang Terbuang

Bab 004 : Ben Clayton "Matthias brengsek!" Terry menggeram dan mengumpat dengan suara rendah. Tangannya kembali mengepal dengan kuat. Kuku miliknya kembali menancap di telapak tangannya, ditempat yang sama, membuat luka itu semakin dalam.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang pengarang batu menangis
Read
+Library
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Sinar ini menyerupai sebatang tombak yang meluncur cepat dan deras sekali. Di atas batu Pasedayu alias Jin Terjungkir Langit keluarkan suara berdesah. “Pukulan Tombak Lumpur Penembus Roh!” Makhluk ini tidak bergerak sedikitpun untuk selamatkan diri. Agaknya dia memang sudah benar-benar pasrah menerima kematian.
9.5243.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 5.1K Beses bilang pengarang batu menangis
Ipakita ang mga Review (65)
Read
+Library
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Basahin ang Lahat ng Review
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Bab 4: Belati di Balik Senyuman Pintu lift tertutup, namun Alessia tidak pergi. Ia hanya bisa bersandar di dinding dingin, napasnya memburu, air mata mengalir deras. Kata-kata Dania yang menusuk, "Adrian memang sudah lama menginginkanku," terus terngiang, berulang-ulang seperti kaset rusak. Ia merasa jiwanya tercabik-cabik, dihancurkan oleh kebenaran yang begitu kejam.
10896 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 31 Beses bilang pengarang batu menangis
Read
+Library
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

petugas toko yang cerdik itu menatap dengan mata tertegun penuh kebingungan ke arah Boss Tang, sama sekali tidak tahu bagaimana cara menanggapi pertanyaan yang absurd itu. 'Sial—ini sama sekali bukan batu kasar untuk dijual, hanya batu lanskap biasa untuk dekorasi dengan peluang nol koma nol persen untuk menghasilkan batu giok apapun!' "Pfft!" Seseorang tidak bisa menahan tawa yang meledak. "Hahahahaha..." setiap penjudi dan penonton yang hadir meledak menjadi gelak tawa yang keras bagaikan tawa babi yang disembelih.
9.675.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.2K Beses bilang pengarang batu menangis
Read
+Library
Benih Terlarang Bos Brondongku

Benih Terlarang Bos Brondongku

Hanya aku dan laut. Aku duduk di atas batu karang besar, menatap ombak yang datang silih berganti. Air mataku akhirnya jatuh, tanpa suara. Aku tidak tahu, apakah ini air mata sedih, lelah, atau sekadar lega karena akhirnya bisa menangis tanpa harus berpura-pura kuat. “Dulu aku bahagia, sebelum semua berubah, sebelum cinta jadi serumit ini.”
105.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 157 Beses bilang pengarang batu menangis
Read
+Library
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Lagi Nehan mengucapkan maaf. Mimi menunduk, tangisnya tak bisa dia tahan. Meski tak ada suara, bahu Mimi berguncang-guncang. Semua kepedihan meluap. Andai mampu Mimi akan memukul dan menampar Nehan, supaya dia lega. Tapi Mimi tidak bisa melakukannya. Hanya perih yang masih bertumpuk dan bergulung-gulung di dada Mimi. "Sayang ...." Viviana menyentuh pundak Mimi.
1014.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 530 Beses bilang pengarang batu menangis
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Saat ia membelakangi Langit. "Batu ini menyingkap lapisan. Bukan untuk dihukum, tapi untuk dikenali," gumamnya. Dan saat itulah, bayangan Rakasura dalam batu membuka mata. Sosok dalam bayangan itu berbicara, tapi tidak ada suara. Hanya getaran dalam dada—gelombang emosi yang tajam dan menyakitkan. Rasa bersalah. Penolakan. Kemarahan. Kesepian.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 84 Beses bilang pengarang batu menangis
Read
+Library
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Dia memegang gagang mesin pemotong batu dan bernafas naik turun beberapa kali, kemudian menariknya ke bawah lagi. Kali ini, hati semua orang ikut berubah menjadi gelap. Habislah, habislah. Di dalam sebongkah batu ini tidak terdapat apapun dan tetap merupakan batu. Bukankah sudah tidak ada apa-apanya? Sekelompok orang sulit untuk menerimanya. Domias bahkan marah hingga wajahnya berubah bentuk. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya dengan tidak senang. Setelah menghisap beberapa mulut, dia menghembuskan gumpalan asap.
9.1807.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 32.3K Beses bilang pengarang batu menangis
Ipakita ang mga Review (84)
Read
+Library
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Sidartha Tung
Penulisnya seperti ganti orang. Sejak bab 1157 ceritanya mulai ngaco dan semakin kesini semakin ngaco. Alur cerita ngaco ga nyambung, power level ngaco pula. Makin dibaca makin bad mood jadinya. Penulis baru goblok, minimal baca dulu cerita sebelnya yg lengkap biar nyambung bikin ceritanya, OON!!
Basahin ang Lahat ng Review
ANAK TUKANG CUCI PIRING

ANAK TUKANG CUCI PIRING

Mataku memicing saat melihat sesuatu yang terasa aneh. Benar, tubuh lelaki itu nampak bergetar, kepalanya menunduk dalam, satu tangannya memegangi batu nisan. Sadar jika dia tengah menangis, hatiku ikut nyeri, tapi entah karena apa. Aku sendiri merasa bingung, nyeri karena ikut bersedih, atau nyeri karena sebuah rasa cemburu semata. Lagi, aku beristigfar, lalu berhenti menatap ke arah sana. Kusingkirkan segala perasaan yang membebani hati ini dengan cara meminum es teh manis pemberian si penjual.
1060.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang pengarang batu menangis
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Batu yang penuh dengan sesajen busuk yang sudah lama tersimpan di bawah sana. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Tiba-tiba, DUAGGG Kakiku secara refleks menendang batu itu dengan sekuat tenaga, dan berteriak di depan batu itu tanpa mempedulikan bahwa mungkin saja, makhluk yang diam di batu itu akan murka atas apa yang aku lakukan. “HEY!!! BALIKIN ANAK MANUSIA YANG ADA DISANA!!” DUAGGGG
10126.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.3K Beses bilang pengarang batu menangis
Ipakita ang mga Review (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status