Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

--- Bagian 4: Siapa Penulis Sebenarnya? Di balik salah satu rak, Lena menemukan cermin kecil tergantung pada bingkai emas. Di sana, tergores tulisan: > “Penulis sesungguhnya adalah siapa pun yang tidak menyerah bertanya.” Kai menatap Lena. “Itu artinya… kalimat-kalimat itu tidak ditulis oleh satu orang saja. Mereka adalah hasil dari banyak tangan. Termasuk... para pembaca.”
2.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 54 fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
Biar Aku yang Pergi, Mas

Biar Aku yang Pergi, Mas

Juga rasa sakit yang dia dapatkan, pun berkali-kali lipatnya. Dasya meletakkan kepalanya di atas meja kerjanya dengan beralaskan tangannya. Dia menangis sesegukan. Mila yang mendengarnya merasa sangat muris dengan apa yang saat ini dialami sang sahabat. Suara tangis Dasya terdengar begitu pilu mampu membuat hati siapa yang mendengarnya tersayat. “Sya, jangan nangis,” pinta Mila mengelus lembut lengan Dasya. “Gue ... gue minta maaf. Gue nggak maksud buat lo sedih.”
2.8K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 89 fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
Demon Emperor

Demon Emperor

Kata tetangga yang satunya lagi. He Bin Xiang menggangguk. Menghapus sisa air mata di pipinya dengan lengan bajunya. Lalu dia membuka jubah luarnya, meletakkannya di atas Batu Ganda, jubah itu di hamparkannya lebar-lebar dan meletakkan semua tulang-tulang dan kepala bayinya di atss jubahnya dengan tangan yang gemetaran dan hati yang serasa diiris-iris oleh pisau, matanya mulai mengabur lagi, dia ingin menangis lagi.
1012.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 407 fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
ISTRIKU SERING MENANGIS

ISTRIKU SERING MENANGIS

tanya Bu Anika. "Sudag, Bu. Ada apa? Apa ada teror lagi?" tanyaku. "Iya, tadi ada teror timpukan batu," sahut Bu Anika membuatku terperanjat. "Apa! Ada yang timpuk batu?" tanyaku dengan nada tinggi. Papa dan mama turut cemas ketika mendengar aku mengulang apa yang Bu Anika ucapkan. "Iya, dan kamu tahu siapa pelakunya?"
1053.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.6K fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Setiap kakinya menginjak batu yang dia gunakan sebagai pijakan, terdengar suara aneh yang seolah-olah memantul entah dari mana. Nguuungg... Bara tak tahu suara apa yang berbunyi tepat saat kakinya menginjak batu. Itu terdengar seperti suara tangisan aneh yang muncul setiap kali dia menapakkan kakinya. "Sungguh aneh...Aku tak mengerti, ada apa dengan batu-batu ini...Apakah sebelumnya banyak orang yang terperangkap di dalam batu ini?" batin Bara sambil terus melompat dari batu satu ke batu yang lain menuju ke arah puncak dari bukit batu tersebut. Dia sedikit tidak peduli dengan suara aneh yang selalu muncul saat dia menginjak kan kakinya di atas batu besar itu.
1076.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 2.1K fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
Suami Warisan

Suami Warisan

Tanpa sengaja, Rengganis menggoreskan garis terlalu tebal, dia merogoh kantungnya mencari penghapus saat tangannya tanpa sengaja mengambil sebuah batu kecil berwarna merah. Rengganis mengamatinya sejenak. Dia menaruh batu di telapak tangannya dan memandanginya, batu berwarna merah delima yang memancarkan cahaya. Rengganis memindahkannya atas lututnya dan mulai menggambar batu itu. Dia terlalu asyik dengan pekerjaannya hingga tidak sadar ada seseorang yang mendekatinya.
10157.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 3.6K fois en tant que pengarang batu menangis
Afficher les avis (58)
Read
+Librairie
Ketut Martini
suami warisan...dari judulnya aza udh bikin penasaran.. seseorg yg mendapat warisan seorg suami?... setlah baca..waah...dari bab 1 smpe bab skrg udh ke 40 smakin aku jatuh cinta ...tokoh narend yg macho habis..trus rengganis pastinya gemoy banget..klop dech mreka berdua.. thor sera emg paling top.......
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Lire tous les avis
Sang Penentang Aturan

Sang Penentang Aturan

Ia melangkah gontai menyusuri tanah yang tandus menuju sebuah batu karang raksasa yang masih berdiri kokoh di tengah kehancuran, batu karang itu merupakan satu-satunya benda yang tersisa dan masih berdiri kokoh dari kemurkaannya. Thanzi melompat dan langsung terduduk di sana.Ia terlihat mulai bertindak aneh dimana bahunya yang bergetar hebat dan juga memukul-mukul pahanya sendiri dengan kepalan tangan, dimana itu merupakan sebuah gerakan frustrasi yang mencerminkan kehancuran jiwanya. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, dan dari matanya, mengalir cairan merah pekat, sebuah tangisan darah yang membasahi jubahnya yang kotor koyak.
103.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 86 fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
POHON AJAIB DI HUTAN TROPIS

POHON AJAIB DI HUTAN TROPIS

tanya Maya dengan suara lembut. Garon menghela nafas, menggumamkan kata-kata yang dalam. “Batu Kehidupan adalah penjaga kehidupan di Dunia Terlupakan ini,” ucapnya dengan penuh penghormatan. “Dia adalah yang memberi kehidupan pada segala yang ada di sini, dan tanpa dia, dunia ini akan jatuh ke dalam kegelapan yang tak terbayangkan.”
1.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 41 fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Ratih menjawab dengan lembut, “Rasa adalah keseimbangan. Dan sekarang, dunia kita tak lagi hanya milik manusia, tapi juga mereka yang dulu hanya hidup dalam doa dan cerita.” Para penduduk terdiam. Di antara mereka, seorang anak kecil berlari ke arah batu besar yang menancap di tepi hutan. Ia menatap batu itu dengan mata bulat, lalu berkata polos, “Ibu, batu itu menangis.” Semua berpaling. Dari celah batu besar itu, memang tampak tetesan air bening jatuh perlahan, tentu saja bukan air hujan, tapi seolah air mata bumi sendiri.
101.4K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 39 fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
Pergaulan Bebas di Usia 13 Tahun

Pergaulan Bebas di Usia 13 Tahun

ucap mas Bara menangis. "Allahuakbarrrrr.... Allahuakbarrrrr..." Ucap mas Bara menangis saat satu persatu batu terlempar dan mengenai tubuh nya. Ia memejamkan mata menahan sakit. Begitu pilu kudengar suara takbir yang keluar dari mulut mas Bara. Aku menggeleng , badan ku bergetar melihat pemandangan sadis yang ada di hadapan mata ku.
3.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 80 fois en tant que pengarang batu menangis
Read
+Librairie
Dernier
1
...
5678910
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status