Diari Pengantar Jodoh
Yori masih diam menyimak dan memberi kesempatan keduanya untuk menjelaskan.
"Itu, sebelumnya bunda minta maaf, Yo. Itu … karena bunda menemukan buku harian Yori. Bunda sering membaca dan mencoba memperbaiki diri, introspeksi sebagai orang tua. Apa yang kamu sukai, kamu inginkan, yang kamu benci, semua perasaanmu, dan kehidupanmu," jawab ibunya sambil melipat bibirnya merasa bersalah. "Karena jujur saja, kami belajar menjadi orang tua itu dari kamu. Kamu anak yang cerdas, dan kami … mencoba untuk mengimbangi kecerdasan itu dengan memberi apresiasi atas pencapaianmu," tambah ibunya dengan suara yang sangat lembut penuh sesal.
Sikat na Kabanata