Pengantin Pengganti Yang Dibenci
"Maaf tidak akan membayar kerugian saya. Gedung ini, katering, dekorasi, hingga tamu-tamu kolega bisnis saya yang akan datang, nilainya miliaran rupiah. Nama keluarga Nathaniel tidak boleh jadi bahan tertawaan karena pengantin wanitanya kabur!"
Nura, ibu Selena, meremas sapu tangannya hingga kuku jarinya memutih. Ia menatap ke arah pintu, lalu beralih ke suaminya. Ketakutan akan utang dan tuntutan hukum membuat otaknya berputar cepat.
Tiba-tiba, pintu terbuka. Seorang gadis dengan kaos lusuh dan celana jeans masuk membawa beberapa kotak suvenir. Ia adalah Naya, keponakan Nura yang selama ini membantu persiapan pernikahan.