Dua Garis Sang Perawan
Deru nafas yang tersengal dan peluh yang membanjiri, membuat rambut Zelona berantakan, hal itu semakin terlihat sexy di mata Arkav.
"Ya, terus sayang, bergeraklah perlahan saja."
Zelona mulai bergerak lembut. "Aaakh, Mas, aku ingin pipis."
"Keluarkan sayang, keluarkan," desah Arkav dan kini ia mulai meremas dua gunung yang bergelantung, kemudian menghisapnya semakin kencang.
"Maas dokteeer! I love youuu!" teriak Zelona melepaskan cairan hangat yang mengalir dari pahanya. Ia pun merasakan perutnya dibanjiri oleh cairan kehangatan sang suami.
Hot Chapters