Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya-Raya

Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya-Raya

orang diluar itu, mengatakan 'Room service'. Vania pun membatalkan gerakan nya yang baru saja hendak membuka pintu kamar nya, karena mendengar kata-kata itu diluar, karena Vania merasa tidak pernah memesan makanan atau apapun dari hotel. saat ini, dia cuma menduga, kalau pesanan ini, dikirim Ivan untuk nya. tapi, orang diluar masih tetap menyebutkan Room Service sehingga Vania jadi agak kesal dengan keadaan itu, dia pun membuka pintu kamarnya.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

jawabku sambil mempersilahkan mereka duduk di depan warung. “Eh, lu pada mau pada pesen kopi ga nih!!” Dimas berteriak kepada Parta dan Martin yang sedang menurunkan peralatanya di bagasi. “Iya lah, sekalian mie rebus ya kalau ada, laper nih gue,” kata martin sambil setengah berteriak. “Kang! Kopi tiga ya, sekalian sama mie rebusnya tiga juga,” kata Dimas.
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.9K kali sebagai percakapan room service
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Istri Kedua Yang Buta

Istri Kedua Yang Buta

Desti yang tidak tau siapa yang masuk pun bertanya, “Siapa?” “Room Service, Nyonya,” ucap petugas hotel tersebut. Mendengar itu, membuat Desti tenang dan menganggukan kepalanya. Petugas hotel melanjutkan mendorong troli berisikan makanan ke dalam ruangan dan berhenti tepat di depan Desti duduk. Sebenarnya di dalam kamar juga terdapat sofa dan meja makan, tapi karena Desti tidak bisa melihat. Hal itu membuat Desti hanya duduk di kasur king size, dan juga room service itu tidak mengetahui jika Desti tidak dapat melihat, Sehingga membuatnya meninggalkan troli berisi makanan itu di depan Desti.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

Rasanya tamparan begitu keras di pipinya dari Jameka tak akan cukup untuk mengambil rasa sakit yang telah ia tanamkan di hati Jameka. “Oh, lantai kamar gue,” kata wanita itu yang kemudian melangkah keluar lift. Sebelum pintu tertutup, Jameka mengatakan, “Gue pesen makan di service room. Nggak perlu repot-repot kirim makanan.”
869 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

Dia menatap Kak Bobby, dan Kak Bobby pun menatapnya. Di mata kedua bersaudara itu, pada saat yang sama, muncul satu nama. Tepat saat itu, langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari arah pintu. Kepala pelayan berlari tertatih-tatih sambil mengangkat sesuatu di tangannya. Air matanya mengalir hingga membuatnya nyaris tidak mampu berbicara. "Para ... tuan muda ... saya menemukan ponsel Nona Viona di bawah ventilasi ruang pendingin ...."
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Enak. Jarang bisa bangun tanpa alarm rapat.” Lift terbuka. Mereka keluar dan berjalan menuju restoran hotel yang menghadap taman dan sedikit laut di kejauhan. Restoran belum ramai. Mereka memilih meja dekat jendela. Rendra menarik kursi untuk Selin tanpa banyak komentar. Selin duduk. “Terima kasih.” “Hmm.” Mereka mengambil makanan bergantian. Roti panggang, telur, buah, kopi.
10799 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
Ok, Aku Nyerah Bos!

Ok, Aku Nyerah Bos!

Beruntung aku tidak berniat untuk terjun bebas dari balkon apartemennya hingga membuat para gadis di luar sana bahagia. In your dream. “Tapi, mereka membuat apartemenmu kotor, Mas.” Bibirku cemberut. “Besok kan ada room service, Sayang. Jadi, kamu gak usah khawatir.” Mas Tama lalu membawaku untuk duduk di ruang makan. Di sana masih ada cake dan juga beberapa minuman soda yang masih utuh. “Kau mau, Dear?”
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 886 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

“Enggak, Pak—" Tok. Tok. Tok. Suara ketukan dari pintu membuat Sekar menghentikan ucapannya. “Room service.” Sekar langsung bangkit. “Oh, iya.” Ia berjalan menuju pintu dan membukanya. Seorang petugas hotel berdiri di sana dengan troli makanan. “Silakan, Mbak.” Sekar mempersilakan petugas tersebut masuk. Makanan kemudian ditata di meja makan, lengkap dengan hidangan utama, minuman, dan beberapa makanan pendamping.
10731 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

"Telepon room service." Diana tak berdaya. Alex terus menolak untuk melepasnya. Akhirnya Diana mengalah, dia menelepon room service untuk minta diantarkan sarapan ke kamar mereka. Limabelas menit kemudian room service datang. Mereka sarapan sambil mengobrol santai. "Masa mudamu seperti apa?" tanya Diana. Alex terdiam sesaat, "Obrolan yang berat." "Ceritakan dong. Aku tidak tahu apa-apa tentang kamu loh," pinta Diana.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
Madu Di Kamar Tamu

Madu Di Kamar Tamu

Mana pesanan belakangan ini juga banyak. Laila memutuskan untuk istirahat sejenak. Dia membaringkan diri di atas sofa. Berharap rasa sakit akan hilang setelah dia bangun. *** Nur menutup kotak makanan yang sudah terdapat menu yang lengkap. Mengemasnya dengan rapi lalu meletakkan di bagian kotak makanan yang sudah selesai. "Kalian teruskan ya. Saya mau angkat telepon dulu," ujar Nur mendengar handphonenya yang berbunyi dari tadi.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai percakapan room service
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status