Kesempurnaan Cinta
Anisa tersenyum, seolah itu bukan perkara hal yang perlu dipersulit, namun lihat saja Satria, dia keliatan merengut, sebab apapun yang laki-laki itu tawari selalu Anisa tolak
“Hari ini, hari pernikahan kita. Seharusnya kita seneng-seneng dong, kamu kok kaya gak seneng gitu sih.”
Anisa tertawa gamang, “Aku gak seneng kaya gimana. Nih seneng,” katanya, dengan senyum yang dibuat-buatnya
“Manisnyaaa.”
Satria tersipu, membuat Anisa memukul lengannya begitu saja “Biasa aja.”
“Yaudah sekarang kamu maunya apa, masa cuman muter-muter gak jelas.”
Anisa tersenyum lagi, tapi kali ini senyuman itu memiliki arti seolah dia baru saja menemukan hal yang mau ia lakukan.
Chapitres populaires