PERMAISURI YIN
Lalu beralih pada kalung mutiara, gelang giok dengan ukiran naga, serta perhiasan lain yang harganya tak terbayangkan.
Napasnya mulai tenang, dan untuk sesaat ia mengabaikan ketegangan yang masih ada di sekitarnya. Namun, ketika jemarinya menyentuh cincin di jari Permaisuri Li A Yin, cincin berwarna hitam dengan batu merah berkilauan, sesuatu terjadi.
Suara gemuruh menggema di dalam makam. Li Wei membeku. Di hadapannya, mata Ratu Yin yang telah lama tertutup perlahan terbuka.