PERMAISURI YIN
Permaisuri ngomel sambil menggerakkan tangannya seperti bebek kwek kwek.
“Astagaaa, tak begitu maksudku, Sayaang.”
“Diiih, tak percaya aku, mana tadi mana perempuan yang mau kau pilih jadi selir, yang mana, yang mana, yang manaaa?”
“Sayang, jangan ngambek tadi, kan, aku hanya bercanda. Aku sangat takut terjadi sesuatu padamu sampai aku meninggalkan acara puncak.” Li Wei memijat bahu Permaisuri Yin. An Mama menahan senyuman lagi.