Tolong Perlahan, Dokter Nate!
tanya Ariel dengan nada penasaran, matanya memandangi isi kardus yang masih tertutup sebagian.
Nathan membuka tutupnya perlahan.
Isinya… sachet-sachet kecil berwarna-warni, seperti permen dengan berbagai desain mencolok—merah, biru, hitam, bahkan emas metalik.
Ariel mengerutkan dahi.
“Itu permen kah?” Ia mengulurkan tangan ragu-ragu. “Kenapa kau membawa permen sebanyak itu?”
Nathan menatapnya sebentar, lalu menjawab dengan nada datar namun tegas, “Itu semua pengaman.”