Mr. Airlangga
Jantungku tiba-tiba langsung berdetak bak irama house music, aku kuatir jangan-jangan seluruh gerbong bisa mendengar suaranya.
“Enggak, aku cuman mau nanya itu saja … iya itu saja.” Jawabku gagap, jujur aku ingin tahu lebih dari itu, misalnya cewek type bagaimana yang dia sukai, dan serius apakah dia sudah punya pacar, atau naksir seseorang? Kira-kira pacar dan naksir apakah berlaku di jamannya. Dan lebih penting lagi bagaimana pendapat dia tentang aku. Bayangin, dia sudah tidur di apartemen aku berhari-hari, practically kita ini tinggal satu rumah masa iya dia tidak berfikir apa-apa tentang aku? Sepertinya dia laki-laki normal, atau paling tidak itu yang aku yakini. “Ah … sayang sekali,” la
Bab Populer