Pembantuku di Atas Ranjang Suamiku
Aku menggigit bibir bawah, merasa malu sekaligus tersanjung, dan lagi-lagi mengaminkan doa tersebut dalam hati.
Semoga saja secepatnya mas Umar meminangku, karena sepertinya dia itu laki-laki yang baik juga sholeh, yang pastinya akan menjadi imam yang baik buat aku, serta bisa membimbing diri ini ke jalan yang lebih baik lagi.
"Yasudah, kami permisi pulang dulu. Assalamualaikum!" pamitnya kemudian.