Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istriku Seorang Juragan

Istriku Seorang Juragan

Dia ingin aku yang menjadi imamnya? Dengan perasaan bingung, aku meraih telepon di meja samping tempat tidur, membuka aplikasi yang sering aku gunakan untuk mencari bacaan shalat. Tangan ku gemetar sedikit, tidak tahu harus mulai dari mana. Berbagai pertanyaan membanjiri pikiranku. Apakah aku masih layak memimpin, apakah aku cukup baik untuk itu?
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
Suratman VS Suratmin  ( Antara Si Kaya Dan Si Miskin)

Suratman VS Suratmin ( Antara Si Kaya Dan Si Miskin)

jelasnya membuat Siska tersenyum lagi. “Iya, Mas, kamu sangat perhatian denganku, aku tidak salah memilihmu sebagai imamku, sebagai belahan jiwa, terima kasih ya Maa,” ucapnya tersenyum hangat. “Sayang, apa pun yang aku lakukan adalah bukti kalau aku sangat sayang sama kamu, cinta akan dirimu dan justru aku tidak mau kamu stres dengan penampilan kamu yang berantakan, coba kamu lihat Susi badannya tidak terurus, gembrot gitu, banyak lemak di mana-mana, kamu mau seperti itu?”
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 451 kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
Kepincut Boss Ndeso

Kepincut Boss Ndeso

Bagaimana aku bisa menolak pesonamu? "Iya, Kak. Tolong genggam erat tanganku. Bimbing aku untuk selalu di sampingmu." Aku tersenyum dan mengangguk. Memantapkan hati dengan keyakinan, dialah calon imamku. Bersamanya, kusiapkan langkah di dunia dengan cara pandang berbeda. "Hemm, kita pulang. Sebentar lagi magrib," bisiknya. "Bisa sebentar lagi, Kak?"
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 543 kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

Dasar, calon abang ipar usil. Aku pun bersiap-siap, mengganti dengan pakain yang bersih untuk mendirikan kewajiban tiga rokaat bersama calon keluarga besar. Tentu rasanya lebih berbeda malam ini, apalagi saat di mesjid banyak yang bertanya siapa aku. Tanpa segan, Pak Tondi mengatakan kalau aku adalah calon menantunya. Dan Raka kembali menguji nyaliku dengan mengatakan kalau aku bisa menggantikan imam yang kebebetulan lagi berhalangan hadir. Untung saja Alina tidak sholat sehingga dia tak perlu mendengarkan suaraku yang bergetar karena grogi.
1094.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
MY WIFE'S SECRET

MY WIFE'S SECRET

Terlihat Ibu dan Mbak Mia sudah berbalut mukena putih bersih. "Ayo Wan, kamu tunggu apa lagi?" tanya Ibu seraya mempersilahkan aku ke depan. "Ya Allah, orang tuaku memintaku untuk menjadi imamnya. Bagaimana ini, jika bacaan salat saja hamba sudah lupa ya Allah," Batinku. Dadaku bergumuruh hebat. Jantungku berdetak tak normal. Bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan pada Ibu dan saudara-saudaraku?
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
Adik Angkat

Adik Angkat

tukas ku. "Mbak kali," balasnya. "Sttt, Bimo, calon imam itu harus mengalah buat calon makmumnya kelak!" Astaghfirullah, Om Doni ngomong apa lagi, ucapannya membuat aku tersedak.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
My Lover is Cheating

My Lover is Cheating

Berkurang banget malah. Ih! Aku mengentak tangan sambil memilin handuk yang baru saja kusambar dari balik pintu. Lalu melesat dengan perasaan jengkel pada diri sendiri, menuju kamar mandi. Nasi sudah menjadi bubur. Mana bisa aku meminta hal yang sudah terlanjur hancur? Ok! Kalau begitu, mulai sekarang aku harus mencari pasangan baru untuk menjadikannya calon imam. “Tapi, kira-kira siapa, ya? Masa Kang Cihu? Iiiwh!”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
Perempuan Masa Lalu Suamiku

Perempuan Masa Lalu Suamiku

“Ma-maksud Mas Satya?” Satya menghela napas panjang. Angin pantai bertiup kencang, menerbangkan pasir dan menggerakkan ranting pepohonan. “Yah, aku bukan calon imam yang selama ini kamu harapkan. Aku bukan laki-laki yang bisa membimbingmu dalam hal agama karena ilmuku tidak sebaik Evan.”
10105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
Hinaan Dari Keluarga Suami

Hinaan Dari Keluarga Suami

Atau hanya mas Bayu saja yang seperti ini. Salahkah aku jika ingin atau menuntut seorang suami yang bisa dijadikan panutan? Bukankah ia kepala rumah tangga? Aku ingin Imam yang bisa menguatkanku dalam keterpurukan. Atau seorang imam yang bisa membuatku kuat dalam segala cobaan. Namun kenyataanya, kami terbalik posisi. "Tolong jangan bersikap kekanak-kanakan, Mas. Aku malu," tukasku.
9.9252.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Desri Marifa
untuk stelan dan ibunya tragis sekali cerita nya.. untuk Rina,, ini sangat menginspirasi.. klo boleh tau apakah ini sesuai dengan kehidupan nyatanya penulis atau gimana..? jadi penasaran kok ada mertua sama ipar kek gitu ya.
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
Misteri Cinta

Misteri Cinta

Kesel, kesel lo sono! Sabda tidak dapat menahan seringai gelinya saat Badai secara tidak sengaja keceplosan mengatakan bahwa dia adalah calon imamnya Ochi. Kadang-kadang suara hati suka keluar sendiri disaat-saat emosi memegang kendali.
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pesanku untuk calon imamku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status