Takdir Miranda
Namun, hasilnya masih nihil.
Tiga hari kemudian, Miranda kembali ke kantornya, menyelesaikan urusan terakhirnya dengan sang boss. Baru saja is akan masuk ke ruangan sang boss, Tita memanggilnya dengan suara lantang. "Mir, sini dulu bentar!"
"Apa, Ta?" Miranda penasaran.
"Aku dapet info dari tetanggaku, ada sebuah pondok pesantren tradisional di daerah Kajoran, yang menerima santri dewasa. Tapi tidurnya dipisah, gak jadi satu sama santriwati lainnya."
Bab Populer