Hamil Anak Ular
bentak Lucky dengan tangan berlumur darah ular.
“Kamu membunuh ular lagi, Mas? Belum puas juga anakmu terlahir bersisik seperti ular begitu?!” teriak Endah geram.
“Ah, berisik kamu! Aku bukan sembarang membunuh, ini pesanan pelanggan. Ada yang memesan taring ular kobra, juga dagingnya. Kulitnya aku keringkan dan nanti bisa dijual juga,” jawab Lucky.
“Mas, pekerjaan kamu ini ilegal. Hentikan, Mas! Jangan terus membunuh hewan melata itu!” ujar Endah dengan kesal.