Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Takdir Menyapa

Ketika Takdir Menyapa

Dennis turun perlahan. Matanya menyapu sekitar. Sunyi. Terlalu sunyi. Ia mengetuk pintu. Tok… tok… tok… Tak ada jawaban. Ia mengetuk lagi, sedikit lebih keras. Tok! Tok! Tok! Tetap nihil. “Assalamu’alaikum… Saras?” panggilnya. Hanya angin sore yang menjawab.
1011.4K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as petir menyambar
Read
+Library
Tanda Pemberontak Langit

Tanda Pemberontak Langit

seru Ji Yun. ​Ia melompat ke udara, melempar Pil Keserakahan dan Inti Iblis Ular Giok Kuno ke udara di dekat Tetua Feng. ​“Apa yang kau lakukan? Ini hanya Pil Kekacauan yang dibuat dari racun!” Tetua Feng mencibir, bersiap untuk menghancurkan Pil itu dengan satu Formasi Qi.
917 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as petir menyambar
Read
+Library
Tarian Pemikat Serigala

Tarian Pemikat Serigala

Dia tidak sudi jika harus menyerah begitu saja. "Menyerahlah … kamu sudah ditakdirkan untuk menjadi pewaris Tarian Pemikat Serigala." Lelaki itu masih mencoba membujuk Semboja. Rupanya dirinya cukup kerepotan menghadapi gadis tersebut. Di tengah pertarungan sengit mereka, tiba-tiba langit mulai mendung dan hujan turun deras. Petir menyambar-nyambar di kejauhan. Hujan semakin deras, membuat medan pertempuran mereka semakin sulit.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as petir menyambar
Read
+Library
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Langit ketawa kecil, kedengaran santai banget tanpa beban. “Ya gimana ya… Petir memang lebih cepet dari ombak, Sam. Masa gue harus nunggu lo dateng dulu baru gue nolongin?” Mendengar itu, rahang Samudra langsung mengeras tipis. Dia nggak balas omongan Langit, cuma buang muka sambil mendengus pelan. Mukanya bener-bener bete maksimal. Auranya mendadak jadi makin mendung.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as petir menyambar
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Malam menjadi begitu kontras dengan warna merah di titik yang tidak jauh dari desa itu. “Air! Air! Pinjam pompa Pak Yono Polhut!” ucap salah seorang tokoh senior yang memimpin dalam kerumunan itu. Nada suaranya paling tinggi di antara suara orang-orang. “Hanya menyiram pun belum cukup Pak. Apalagi sekarang sudah malam. Kita perlu membuka jalur agar api tidak merembet ke pemukiman Pak!” ucap Wandi kepada bapak tua itu.
109.0K viewsOngoingAdded to Library 333 Times as petir menyambar
Read
+Library
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

“Besok kita adakan larungan ke Segara, siapkan bunga tujuh rupa dan ayam cemani.“ Para warga mengangguk pada perintah Lek Harso, pria tua itu mulai pergi untuk menenangkan Samudera. Ia segera berjalan pelan menuju bibir pantai. Kakinya segera bersila dan telapak tangannya di satukan di depan dadanya. Lelaki tua itu melakukan hal itu hingga fajar menjelang.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as petir menyambar
Read
+Library
Langit Pelangi

Langit Pelangi

Kini ia juga sama, menopang dagunya dan menatap kearah pelangi "Pel ternyata kalau difikir fikir lo itu mirip ya" Pelangi merubah atensi nya menatap arabelle "Mirip siapa?" ucapnya. "Mirip SETAN" dengan penekanan dikalimat setan. Arabelle menoyor kepala pelangi, lalu berdiri dari duduknya "Makan tuh pangeran kuda putih, gw cabut. Mau cari malaikat pencabut nyawa buat minta dia nyabut nyawa lo"
82.7K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as petir menyambar
Read
+Library
Jerat Pemikat

Jerat Pemikat

“Fah.” Aku berlari untuk mendekati Syarifah yang hampir terbakar. Aku membopong tubuhnya, lalu berlari mencari cahaya yang mungkin saja akan menuntunku pulang. Aku tak peduli dengan suara petir yang tiba tiba terdengar dan hendak menghantamku. Dunia gaib memang seaneh itu. Bisa mencekam dan bisa saja mendadak menjadi surga dalam sekejap.
4.3K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as petir menyambar
Read
+Library
Kulamar Kau Dengan Sedotan

Kulamar Kau Dengan Sedotan

oceh Mitha. Mitha benar-benar terlihat seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anak dan mengobatinya di saat yang sama. Tipe ibu-ibu yang akan berteriak 'Essss terroooossss!' saat anaknya mulai batuk.
1.6K viewsOn holdAdded to Library 39 Times as petir menyambar
Read
+Library
Ketika Kami Mudik

Ketika Kami Mudik

cecar Hamdan hanya disambut ringisan Panji. "Mang, saya pamit ke sawah ya, mau bantu Bapak, assalamualaikum," kata Panji hanya dibalas anggukan Hamdan lalu tangan lelaki itu bergerak mengibas-ibas seperti mengusir agar cepat pergi. "Assalamualaikum, Pak ...," pekik Panji gembira seraya melambaikan tangan ke sawah yang tengah Bapaknya mencocok tanam.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as petir menyambar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status