Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RARA DAN MISTERI URBAN LEGEND

RARA DAN MISTERI URBAN LEGEND

Adi lalu melanjutkan perkataannya, “begitu juga dirimu. Kamu harus punya tujuan dalam dirimu. Kuperhatikan pikiranmu akhir-akhir ini bercabang. Tidak lagi seperti dulu yang memiliki tujuan untuk belajar dan menyelesaikan sekolah dengan nilai terbaik serta menikmati masa-masa mudamu dengan tertawa dan bercanda. Tapi belakangan ini kamu seperti bingung dan banyak pikiran. Itu seperti bukan dirimu lagi,” Sebagian ucapan Adi benar bahkan bisa dibilang sangat benar tapi sebagiannya lagi rasanya sulit bagi Rara untuk menceritakan perasaan aneh ini. Mungkin saja tujuan Adi berkata seperti itu agar Rara kembali menikmati hidup dan menjadi anak remaja yang punya cita-cita tinggi. Tapi bukan itu masal
102.6K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
Binar Kalbu

Binar Kalbu

tanya Nissa sebelum berlari menuju kelasnya. Perpustakaan selalu menjadi tempat paling nyaman untuk berkeluh kesah, mengingat fasilitasnya juga lengkap. Nissa dan Rine sudah duduk di kursi tempat membaca dengan buku di tangan. Namun, buku itu hanya sebagai selingan bila cerita keduanya mengalami kebuntuan. Rine yang suka novel pembunuhan pun mengambil salah satu buku yang disukainya. Berbeda dengan Nissa yang sesekali bermain ponsel, Rine memilih untuk fokus. Melihat sahabatnya yang larut dalam buku, Nissa pun memasukkan ponsel ke tas merah mudanya. Nissa ikut larut ke dalam novel sampai air matanya mengucur sendiri. Novel berjudul Bumi Cinta yang dibaca Nissa benar-benar menguras emosinya.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
Make A Wish (Indonesia)

Make A Wish (Indonesia)

Bersambung Jika sesuatu yang tak kuketahui membuat air mata di pelupuk terjatuh, apa yang harus aku lakukan untuk mencari tahu? — Apple Leaf
1022.2K viewsOngoingAdded to Library 667 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Kami sudah membentuk tim kecil di kampus dan jangkauan bisnis kami makin meluas dari hari ke hari. Hasilnya bukan hanya cukup untuk membiayai kebutuhan hidupku sendiri, tetapi aku bahkan sudah bisa mulai menabung. Hari-hariku pun berangsur-angsur menjadi makin baik. Sampai pada hari itu, ibuku menelepon lagi. Kali ini, suaranya bukan lagi berisi pamer atau kesombongan, melainkan penuh dengan isak tangis dan keputusasaan.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

Braak! Tinju Nathan mengenai ujung telinga Kinan dan menghantam dinding di belakangnya. "Aku nggak main tangan sama perempuan, tapi kalau kamu membuat rumor lain tentang Lucia, aku nggak keberatan membuat pengecualian."
11.5K viewsCompletedAdded to Library 436 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

Ifan meringis menahan perih, handuk kecil yang bu Asih gunakan untuk menyeka kulit Ifan terasa begitu menyakitkan. Bu Asih menyodorkan sebotol air mineral dan berkata “kamu lahir hari kamis wage, kamu memiliki energi spiritual yang kuat, sehingga menarik perhatian makhluk gaib, simpelnya makhluk gaib mudah tertarik padamu” “Berarti Ifan gak beneran diguna-guna dong” Ifan menimpali.
953 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat

pikirnya Adit tidak bisa berpikir jernih, pikirannya mendadak menjadi kacau, membayangkan jika hal itu benar2 terjadi, dia bahkan belum mengutarakan perasaannya, dan dia membutuhkan gadis itu di sisinya. Amara adalah semangat hidupnya sekarang
1.9K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Retno menyelipkan sebuah caption di bawahnya. “Ingat…….dulu sekali, kita hampir selalu duduk di bawah pohon ini setiap penat merayapi kepala kita sehabis ujian….” Sontak ingatan Diandra melayang jauh ke belakang. Waktu awal kuliah dulu. Ketika kerap berdesak di Bemo dengan baju dan rambut setengah basah. Ketika letih menyergap sehabis ujian di sore hari dan kemudian di seputaran pohon itu mencoba mendengarkan nafas yang ketika di dalam kelas di depan soal-soal rumit, seakan nafas itu tidak terdengar atau kadang malah memburu seperti diburu hantu. Dan di tepian pohon itu nafas kita seakan kembali berjalan normal.
992 viewsOn holdAdded to Library 33 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
RAJA TANPA TAKHTA

RAJA TANPA TAKHTA

"Apa maksudmu dengan itu? Apa yang harus aku lepaskan?" Pria itu berdiri perlahan, tubuhnya masih tampak tegap meskipun usia yang sudah sangat lanjut. Dengan satu gerakan, ia mengarahkan tangannya ke pohon yang ada di sebelahnya, dan dalam sekejap, pohon itu mulai bergoyang dan bercabang-cabang ke arah yang berbeda, seolah-olah hidup. "Lihatlah pohon ini. Sebelum ia bisa tumbuh tinggi, ia harus melepaskan benihnya. Tanpa melepaskan, ia tidak akan pernah dapat tumbuh. Seperti itulah kehidupan. Kau harus melepaskan sesuatu dalam dirimu untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar."
1.5K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
Belenggu Hasrat Dendam Membara

Belenggu Hasrat Dendam Membara

Sensor tekanan, pemicu suara, dan perangkap non-mematikan tersembunyi rapi di bawah dedaunan pinus yang gugur. Kabut mulai bergerak di tengah hutan. Sosok itu kini muncul. Masuk ke perangkap. Anehnya, kemudahan ini sangat jauh dari kesan profesional seorang Calem Ward. Calem Ward melangkah keluar dari balik pepohonan seperti bayangan yang menolak mati. Namun ada yang berbeda dari penampilannya. Rambutnya berantakan, wajahnya lebih tirus, mata cekung namun menyala dengan obsesi yang tak lagi disembunyikan. Jaket hitamnya tampak lusuh, sementara senapan otomatis tergenggam erat di tangannya.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 23 Times as pikiran bercabang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status