Seribu Pintu Sindukala
Ayu Katumirikata-kata ra kartini habis gelap terbitlah terangsejengkal tanah setetes darahlirik rasa sakiti just keep silent but it hurts artinya
Sambil terus menggenggam tangan Raesaka, Marsala mendongak ke atas, memperhatikan pintu gerbang tinggi yang di atasnya dirambati dedaunan.
Setelah membayar supir dan menurunkan koper-koper, Sindukala membuka gembok gerbangnya. Ketika didorong, pintu gerbang itu tidak mengeluarkan suara berderit sama sekali, dan cukup berat. Di baliknya, jalan yang dipenuhi kerikil dan dedaunan kering sepanjang lima puluh meter menyambut mereka. Selain jajaran pohon cemara dan damar di setiap sisinya, ada berbagai jenis pohon lain yang tumbuh di sana, seperti kersen, lemon, jambu-jambuan, mangga, dewandaru, asam, sawo, nangka, dan lainnya. Sayang sekali, rerumputannya sudah terlalu rimbun dan meninggi.
Beliebte Kapitel