Pembantu Rasa Nyonya
Kucubit pipinya gemas.
"Papi sukak tidak nyambung. Aku kan mau yang cewek, Pi. Banyak urusan khusus cewek. Papi tidak bakalan ngerti," bisik Amelia tersenyum geli.
Anakku sekarang sudah besar, kebutuhannya sudah berbeda. Bagaimana bisa dia curhat atau ngobrol denganku, ketemu saja jarang. Walaupun kami tinggal berdua, kami jarang bertemu. Pagi-pagi dia sudah ke sekolah, aku masih istirahat di kamar. Malam aku pulang dari kantor, dia sudah tidur.