Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duda Tetangga

Duda Tetangga

Dulu Caca hanya terobsesi memiliki Mamah baru, tetapi setalah mengenal Ica, obesesinya brtambah menjadi ingin punya dedek bayi. Suara Caca dan Ica sudah tak terdengar lagi. Diam-diam Fariz mengintip untk melihat apakah Caca sudah tidur setelah mendapat wejangan dan dongen dari Ica tentang proses pembuatan dedek bayi. Tadi Fariz sempat mendengar kalau istri belianya itu menceritakan tentang proses terjadinya ayam.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai piring kaca
Baca
+Pustaka
Dear Kakak Kelas

Dear Kakak Kelas

ucap Pace, "setiap manusia wajib berbicara." "Lo waktu kecil dikasih makan apa sama Bokap lo? Logat lo bikin gue stroke," ucap Angga. "Waktu kecil beta makan papeda deng rica-rica. Enak batul .." Pace memegang perutnya, bernostalgia tentang makanan masa kecil. "Pantesan muka lo mirip rantai sepeda," Angga heran. "Papeda, Angga, bukan sepeda," jelas Pace, "Angga tuli, kah?"
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai piring kaca
Baca
+Pustaka
KAU CAMPAKKAN DIRIKU

KAU CAMPAKKAN DIRIKU

Kata Wira, memandang wajah cantik Mia. "Uhukkk.... Uhukk....". Mia, terbatuk-batuk mendengar perkataan Wira sungguh mengejutkan sekali. Memang benar,dia mengenal siapa Wira sama mengajar dalam satu sekolah. Asli orang desa sebelah,lalu pindah ke daerah Mia, memiliki rumah dan kerja sampingan membuka toko sembako. Kedua orangtuanya masih hidup, memiliki usaha tambak ikan sendiri. "Bu Mia, tidak apa-apa?". Wira, menyodorkan minuman ke arah Mia dan terkejut tiba-tiba terbatuk-batuk.
92.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai piring kaca
Baca
+Pustaka
Kekasih Simpanan

Kekasih Simpanan

Sementara Ervin yang sudah meradang tak peduli, ia tetap berdiri menunggu Yusra bangkit untuk ikut dengannya. Suasana kafe masih ramai, lagu-lagu dari band pengisi acara sudah berkali-kali berganti. Kapucino di hadapan Yusra perlahan sejuk, asapnya sudah menghilang seiring aromanya yang tak lagi membuat gadis itu tenang. “Kamu enggak malu dilihati orang? Kalau dari mereka ada yang mengenali kita, bagaimana? Yang ada dikira aku nyakiti kamu, Ra.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai piring kaca
Baca
+Pustaka
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

Aksi balas dendamnya berjalan mulus. "Boleh banget. Sampai saat ini, saya masih membuka pendaftaran sebagai calon istri dan harus disegerakan, ya. Soalnya, Mama saya pengen segera momong cucu. Asal yang daftar single pasti diterima dan yang terpenting bisa melahirkan cucu untuk Mama," ungkap Cakra keras, sorot mata mengarah pada si bos. Sengaja memang, demi memnacing amarah perempuan jutek itu.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai piring kaca
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

DALAM HAL INI: TIDAK ADA KUDA = TIDAK ADA GADIS YANG MAU MELIHATMU! HATI TIDAK SEBAIK AKSI NYATA! ORANG-ORANG YANG LEBIH CEPAT DARIMU SUDAH MENGGENDONG GADIS KESAYANGANMU DI ALAM LIAR. TUNGGU APA LAGI?! KABAR BAIKNYA: KUDA PERANG LANGKA KEKAISARAN BAKKARA YANG TERLATIH TELAH TERSEDIA! DIJUAL DALAM JUMLAH TERBATAS. FIRST COME, FIRST SERVE!
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai piring kaca
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Matanya memandangi padang ilalang yang mengelilingi tanaman rambat seperti kangkung yang merimbun seluas sepuluh langkah lebih. "Sepertinya di depanku itu adalah paya-paya yang berbahaya. Tapi kenapa ditumbuhi tanaman rambat cukup lebat dan luas? Oh, ada sesuatu yang bergerak di ujung sana?" Mata Baraka memperhatikan tanaman rambat yang bergerak-gerak. Letaknya di seberang sana, sehingga jika Baraka ingin mendekati gerakan tersebut ia harus melewati bentangan tanaman rambat itu. Karena curiga ladang yang akan dilintasi adalah paya-paya atau rawa yang tertutup tanaman, maka Pendekar Kera Sakti terpaksa menggunakan ilmu peringan tubuhnya untuk melintasi tempat tersebut. Kali ini, Baraka menggu
1030.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai piring kaca
Baca
+Pustaka
Satu Malam Lagi, Paman!

Satu Malam Lagi, Paman!

Kepalanya mendongak saat Kaisar menekan puncak merah muda di dadanya, buah ceri yang menegang itu menjadi sasaran jepitan jari telunjuk dan jari tengahnya. “Mas ….” “Mahesa bodoh itu, beraninya dia nyuruh-nyuruh kamu,” bisik Kaisar. Entah hanya sebuah godaan agar Kaira kian bergairah, atau memang diucapkan dari dasar hatinya. Tapi yang jelas, kalimatnya membuat sekujur tubuh Kaira meremang. “Apa yang akan dia lakuin kalau nanti tahu kamu akan jadi ibu dari anakku? Aku yakin dia bakalan menyesal.”
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai piring kaca
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Meow J
suka sama interaksi Kaisar Kaira soalnya klau mereka udh ketemu d tempat Rahaasia itu pastii bikinn panas+dingin, jantung ga aman, yg jomblo jd kebelet nikah......... unch bgt wkwkw gasuka sama hesa, zia, davina, Monica, and semua titisan D4jal lainnya terutama sasmonyong
Leah von herhardt
bagus, aku suka... kebangkitan wanita yg disia-siakan, ga pernah dilihat istimewa sm keluarga suaminy tp Paman suaminya yg gagah tampan mempesona dan alpha male itu ada buat dia. semoga Thor up Lebiih banyak soalny kurang trs aku baca, 10-15 bab sehari yah Thor. lop u Thor Almieww
Baca Semua Ulasan
Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

Dia terburu-buru pergi ke ruang bawah tanah. Aku tersenyum getir dan kecewa. Tanpa menyelidiki kebenarannya, ketiga kakakku yakin bahwa itu adalah perbuatanku. Tiga hari lalu, Linda ingin makan bubur. Aku mengambil inisiatif untuk memasak karena ingin memenangkan hatinya. Linda secara khusus memberiku sebungkus bumbu dan mengatakan ingin makan itu. Aku mencicipinya. Itu adalah bubur seafood yang simpel.
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai piring kaca
Baca
+Pustaka
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

“Aaahh kakek bercanda ajeeeh, emanknya aku pabrik khusus bayi apa?” cetus Raka terkaget - kaget. “Ntar kamu bakalan malas pulang ke alam masa depan, jadi saran kakek nanti kamu jangan keenakan yaa, kamu bakalan kayak ayahmu, akan miliki banyak selir di sini,” sahut Ki Puji terkekeh.
9.42.4M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82.6K kali sebagai piring kaca
Tampilkan Ulasan (78)
Baca
+Pustaka
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status