Ah! Enak Mas Dokter
Di atasnya sudah ada berbagai macam mainan, balok susun, buku mewarnai, dan beberapa boneka.
Maura, yang rambutnya dikuncir dua, duduk di tengah-tengah tikar sambil memegang sebuah balok kayu warna merah.
"Maura, lihat Kak Dylan. Kita bikin istana yuk!" ajak Dylan sambil berlutut di dekat Maura.
Maura menatap Dylan dengan matanya yang bulat besar. "Tana? A-apa?"
"Kita bikin istana yang besar sekali! Nanti Maura yang jadi tuan putrinya, terus Farah sama Aurora jadi peri-perinya," kata Dylan dengan penuh semangat.