Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

Pagi di Zephyros dipenuhi riuh suara baling-baling angin yang berputar cepat. Ardyn, Lyra, dan Selene berdiri di dermaga timur, tempat kapal-kapal besar berlabuh. Laut terbentang luas di hadapan mereka, biru pekat dengan ombak yang berkilau oleh cahaya matahari. Ardyn menelan ludah, menatap ombak yang terus bergulung. “Jadi… kita harus menyeberangi itu?”
101.4K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as poem about sea
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Lautan biru kehijauan yang membentang hingga ke cakrawala, bertemu dengan langit pagi yang kini mulai memerah saga. “Gila,” bisik Luna di sebelahnya, matanya terpantul oleh kilau matahari di permukaan air. “Ini… luas banget.” “Lebih dari sekadar luas,” sahut Bah Sura dari anjungan, tangannya memegang kemudi kayu dengan cengkeraman yang ringan namun pasti. “Ini adalah kehidupan. Dan juga kematian. Keduanya menari di setiap riak ombaknya.”
1.1K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as poem about sea
Read
+Library
Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Sungguh suram. Rasanya terdengar sayup - sayup seseorang memanggil namaku. Tubuhku pun terasa seperti terguncang. Aku seperti sedang berlayar di tengah lautan...ada kalanya ombak menghatam perahu kecilku. Tak ada yang menemaniku dalam perahu kecil nan usang itu. Hanya aku sendiri, dan akhirnya ombak besar menghantam perahu kecilku hingga akhirnya karam di tengah lautan....!! " Sekar...sekar...bangun..."
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as poem about sea
Read
+Library
BERLAYAR: Kala Cinta Tak Berjalan Semestinya

BERLAYAR: Kala Cinta Tak Berjalan Semestinya

Keinginan akan kehadiraanmu jadi candu, Kepercayaanku padamu menjadi megah mengabut. Aku rasa, dulu samudera tentram adalah impianku. Saat bahtera ini kita bangun bersama, Tempat ternyaman untukku adalah samudera. Aku menjadi nahkoda, kau membaca peta. Kita pergi jelajahi dunia dengan angin yang menuntun kita. Pikirku kini, ternyata cinta itu rasa yang rapuh. Bahteraku tak lagi mampu bersauh,
108.2K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as poem about sea
Read
+Library
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Sesekali, pandangannya terangkat menatap hujan yang masih turun dengan tenang di luar sana. Riuh Renjana yang Sirna Aku pernah mencinta sedalam samudra. Namun, yang kurasa hanya lara. Sebab nestapa menghantam tanpa jeda Ombak besar t’lah menghempas kapal kita. Meremukkan hati serapuh gelas kaca. Aku terkulai, tak berdaya. Merintih dalam pedih yang mendera. Terdampar sepi, sunyi tanpa suara.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as poem about sea
Read
+Library
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Tapi sebelum bercerita, aku akan menyampaikan sebuah puisi sederhana sebagai pembuka cerita yang akan disampaikan olehku. Makhluk Tuhan Setiap hari adalah luka Setumpuk cercaan menimpa Membentuk serpihan duka Di dalam lautan air mata Aku ingin meronta Tapi tak bisa Semakin aku bergerak Digenggam jemariku sangat kuat Sayup-sayup aku berjalan Berniat untuk melarikan diri Tapi lagi dan lagi Bayangan itu seperti hantu yang mengikuti Tubuhku menahan sakit
104.5K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as poem about sea
Read
+Library
Skandal Asmara Gadis Bangsawan yang Tertindas

Skandal Asmara Gadis Bangsawan yang Tertindas

Akhirnya senja yang kelabu berakhir dengan perpisahan sepasang kekasih yang sedang cinta berat. Malam itu Catherine sulit sekali terpejam. Dia bermimpi tentang kapal besar yang terombang-ambing di samudera Hindia yang luas. Sekelompok anak buah kapal sedang bekerja keras untuk melebarkan layar. Angin yang kuat menghantam dari berbagai arah. Mereka berteriak ketakutan. Kilat menyambar diiringi gemuruh petir. Suasana benar-benar mencekam.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as poem about sea
Read
+Library
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Pantas saja kekayaan kedua daerah itu sangat jauh jika dibandingkan. Bree berbalik memunggungi kemudi, memandang ke laut lepas yang ada di hadapannya. Sedikit sibuk, karena banyak lalu lalang kapal yang lebih kecil, tapi setelah melewati itu, hanya ada biru laut, dan abu-abu gelap langit mendung, yang bertemu di kaki langit. “Begitu luas, dan ini membuatku merasa sangat kecil,” gumam Bree, di antara hembusan angin yang semakin kencang.
9.538.9K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as poem about sea
Read
+Library
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Pepohonan kelapa berdiri anggun, melambai pelan tertiup angin, seolah menyambut siapa pun yang datang dengan cerita - entah itu luka, pelarian, atau cinta yang terpendam. Laut di sekitarnya tenang, dengan warna biru kehijauan yang jernih, memantulkan cahaya mentari pagi yang mulai mengintip di balik ufuk. Burung-burung laut beterbangan rendah, melintasi ombak, seperti menyertai perjalanan mereka dengan iringan yang tak kasat mata.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as poem about sea
Read
+Library
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Kedamaian yang baru saja mereka raih di tanah itu kini terasa jauh, sebuah ingatan yang mungkin akan menjadi sumber kekuatan di masa-masa sulit nanti. Hanya ada laut yang tak berujung di sekeliling mereka, hamparan biru gelap yang luas dan misterius. Kabut semakin tebal, menelan kapal, membuat dunia terasa sempit, hanya ada mereka bertiga di tengah samudra yang tak berbatas. Wu Teng merasakan denyutan Pilarnya, sebuah sensasi yang kini tidak hanya terasa di dalam dirinya, tetapi seolah menyatu dengan riaknya laut, beresonansi dengan kegelapan yang menanti di kejauhan.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as poem about sea
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status