Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Di luar sana, laut tetap samaㅡgelap, luas dan bebas. Justru karena itu—semuanya terasa semakin jauh. “…aku hanya ingin keluar sebentar,” pikirnya. Tetapu sekarang bahkan keinginan sederhana itu terasa seperti sesuatu yang mustahil. Maris memejamkan mata sejenak. Dan seperti biasa—yang muncul di pikirannya bukan rumah ini. Melainkan cahaya bulan di permukaan laut. Tatapan emas itu. Suara tenang yang tidak pernah memaksanya apa pun.
10740 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Cahayanya yang biru kehijauan memantul di dinding-dinding batu, melukis bayangan yang seolah menari mengikuti setiap langkahku. Lautan yang terbelah di hadapanku mulai bergemuruh, gelombang tinggi bergulung liar, menampar keras sisi-sisi aula. Air yang tadinya tenang kini seperti hidup, bergerak liar dan berputar-putar dengan kemarahan yang tak kasat mata. Aku tahu, apa yang telah kulakukan telah membangunkan sesuatu yang lebih besar dari diriku. Namun, aku tidak menoleh ke belakang. Aku terus berjalan. "Sial," gumamku, hampir berbisik, ketika langkahku terhenti di tepi perairan yang semakin tidak stabil.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Rangga mengucapkannya sekali lagi, tatapannya kosong, namun ada kekuatan yang tak bisa dijelaskan di dalam dirinya. Lautan, dengan kedalamannya yang tak terhingga, adalah tempat yang tepat untuk membuang benda-benda seperti itu. Pasir yang terus bergerak, ombak yang tak henti-hentinya menghempas, dan kedalaman yang tak terbatas akan memastikan bahwa apapun yang dibuang ke sana tidak akan pernah kembali. Segel dan kunci yang mengikatnya tidak akan bisa terbuka lagi.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

POV Matilda Bulan memancarkan cahaya pucat di atas balkon, cahayanya lembut namun jauh. Aku bersandar pada pagar yang dingin, hawa dinginnya meresap melalui telapak tanganku dan naik ke lenganku, seolah mencoba membuatku mati rasa dari dalam. Udara malam menggigit kulitku yang terbuka, menerpa helai rambutku ke wajahku yang menempel di pipiku yang basah oleh air mata. Di bawah, laut bergejolak dalam kegelapan. Ombaknya menghantam tebing dengan irama yang menghipnotis, tanpa henti, mencerminkan pikiran-pikiran yang tak dapat kubungkam betapa pun aku mencoba dengan putus asa.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

Pagi di Zephyros dipenuhi riuh suara baling-baling angin yang berputar cepat. Ardyn, Lyra, dan Selene berdiri di dermaga timur, tempat kapal-kapal besar berlabuh. Laut terbentang luas di hadapan mereka, biru pekat dengan ombak yang berkilau oleh cahaya matahari. Ardyn menelan ludah, menatap ombak yang terus bergulung. “Jadi… kita harus menyeberangi itu?”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
Suamiku Duda Bisu

Suamiku Duda Bisu

Hamparan laut seolah berbisik bahwa dunia ini luas, bahwa hidup tidak berhenti pada satu rumah yang sunyi. Berjam-jam Liora duduk di pasir, membiarkan angin laut mengacak rambutnya. Ia menatap langit yang perlahan berubah jingga. Matahari tenggelam perlahan, meninggalkan warna keemasan di ufuk barat. Ia menghitung detik-detik kepergian cahaya itu, seolah mengucapkan selamat tinggal pada beban yang ia bawa sejak pagi.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Lautan biru kehijauan yang membentang hingga ke cakrawala, bertemu dengan langit pagi yang kini mulai memerah saga. “Gila,” bisik Luna di sebelahnya, matanya terpantul oleh kilau matahari di permukaan air. “Ini… luas banget.” “Lebih dari sekadar luas,” sahut Bah Sura dari anjungan, tangannya memegang kemudi kayu dengan cengkeraman yang ringan namun pasti. “Ini adalah kehidupan. Dan juga kematian. Keduanya menari di setiap riak ombaknya.”
900 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Aku Pertama Tapi ke-2 di Hati Suamiku

Sungguh suram. Rasanya terdengar sayup - sayup seseorang memanggil namaku. Tubuhku pun terasa seperti terguncang. Aku seperti sedang berlayar di tengah lautan...ada kalanya ombak menghatam perahu kecilku. Tak ada yang menemaniku dalam perahu kecil nan usang itu. Hanya aku sendiri, dan akhirnya ombak besar menghantam perahu kecilku hingga akhirnya karam di tengah lautan....!! " Sekar...sekar...bangun..."
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
BERLAYAR: Kala Cinta Tak Berjalan Semestinya

BERLAYAR: Kala Cinta Tak Berjalan Semestinya

Keinginan akan kehadiraanmu jadi candu, Kepercayaanku padamu menjadi megah mengabut. Aku rasa, dulu samudera tentram adalah impianku. Saat bahtera ini kita bangun bersama, Tempat ternyaman untukku adalah samudera. Aku menjadi nahkoda, kau membaca peta. Kita pergi jelajahi dunia dengan angin yang menuntun kita. Pikirku kini, ternyata cinta itu rasa yang rapuh. Bahteraku tak lagi mampu bersauh,
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Sesekali, pandangannya terangkat menatap hujan yang masih turun dengan tenang di luar sana. Riuh Renjana yang Sirna Aku pernah mencinta sedalam samudra. Namun, yang kurasa hanya lara. Sebab nestapa menghantam tanpa jeda Ombak besar t’lah menghempas kapal kita. Meremukkan hati serapuh gelas kaca. Aku terkulai, tak berdaya. Merintih dalam pedih yang mendera. Terdampar sepi, sunyi tanpa suara.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai poem about sea
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status