Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi
Cahayanya yang biru kehijauan memantul di dinding-dinding batu, melukis bayangan yang seolah menari mengikuti setiap langkahku.
Lautan yang terbelah di hadapanku mulai bergemuruh, gelombang tinggi bergulung liar, menampar keras sisi-sisi aula. Air yang tadinya tenang kini seperti hidup, bergerak liar dan berputar-putar dengan kemarahan yang tak kasat mata. Aku tahu, apa yang telah kulakukan telah membangunkan sesuatu yang lebih besar dari diriku. Namun, aku tidak menoleh ke belakang. Aku terus berjalan.
"Sial," gumamku, hampir berbisik, ketika langkahku terhenti di tepi perairan yang semakin tidak stabil.
Bab Populer