Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Beauty in the dark

Beauty in the dark

“Bersiaplah! Karena jika waktunya telah tiba, kau tidak akan mampu lagi untuk berdiri seperti saat ini!” Rae keluar dari ruangan tersebut dan berjalan cepat menuju tempat gelap. Ia akan meredam amarahanya, maka dari itu hanya tempat gelap dan sunyi yang bisa membuatnya kembali tenang. Kegelapan adalah temannya dan selalu menjadi obat terbaik untuk Rae dalam menghadapai setiap hal yang mengusik pikirannya. Tidak ada yang boleh mengganggunya. Jika tidak, tidak ada jaminan jika si pengganggu akan kembali dengan utuh.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Aduh Jenderal Tak Tahan

Aduh Jenderal Tak Tahan

"Teori gelap dan terang itu omong kosong." "Kalau ikuti logika itu, langit itu terang, bumi adalah gelap, maka tanah yang kalian pijak juga tak bawa keberuntungan, kenapa kalian masih berjalan? Apa para petani tak bisa lagi bercocok tanam?" "Matahari adalah terang, bulan adalah gelap, lalu apa kalian tak boleh menikmati rembulan di Festival Pertengahan Musim Gugur? Penyair yang menulis puisi tentang rembulan juga membawa sial?"
9.84.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122.3K kali sebagai poetry about darkness
Tampilkan Ulasan (966)
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa
Izin promosi ya kak ... Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Berkisah tentang seorang menantu dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya di ulang tahun pernikahan mereka. Simak kisahnya…. Terimakasih bany
Falisha Irsan
semoga Nabila bisa mengungkapkan siapa si mesot dan putrinya yg genit kpd ibunya. dan kaisar yg akan tetap mendukung Nabila Krn dia Sdh tau masalah ibu mertua dan klg Anderson. biar ibunya sendiri yg mengambil tindakan seperti hubungan dia dg nadif. dan ratu diberkahi dg membawa kbr Bahagia stlhnya.
Baca Semua Ulasan
I. Tulisan Untuk Orick: Dunia Merah Jambu

I. Tulisan Untuk Orick: Dunia Merah Jambu

Bukan hanya karena Orick, melainkan rahasia-rahasia tentang kesakitan yang diam-diam masih kubawa kemari tanpa siapapun tahu. Sebuah dunia janji setipis kertas yang sekali ku-gores mungkin bencara dari luar akan meniban segalanya sampai tak tersisa. Ketika seringkali ku-dongakan wajah bersama dua tangan terangkat, ucapan yang keluar dari mulutku seakan berbusa tak berguna. Aku selalu dihadapkan dengan gerbong hitam atau putih. Sebuah cahaya yang kubutuh, namun kegelapan adalah teman sepi paling nyaman.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

"Pedang Kegelapan!" Darkness Devil ini mengeluarkan salah satu serangan andalannya berupa pedang beraura hitam tapi memiliki racun dan ketajaman yang tinggi. Wu Tian yang melihat berbahayanya pedang kegelapan ini mulai menganggap serius pertarungannya dengan Darkness Devil. "Pedang Naga Nirvana!"
10120.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Suaranya lirih namun tegas, memecah kesunyian yang mencekam. “Kau pikir dunia ini akan membiarkan iblis purba bangkit begitu saja? Kau pikir kegelapan akan menang dengan mudah? Kau salah, manusia. Selalu ada harapan, selalu ada cahaya, dan aku akan menjadi cahaya itu.”
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 640 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Langit malam menggantung di atas reruntuhan gudang, gelap pekat seperti tinta, hanya diterangi cahaya merah samar yang memancar dari retakan tanah. Bau hangus dan darah menyatu, menciptakan atmosfer yang menusuk, sementara suara bisikan aneh terus berputar di telinga, seolah-olah bumi sendiri sedang berbisik rahasia kelam yang tak boleh terungkap. Debu dan abu beterbangan, berputar dalam pusaran angin yang panas, membuat setiap napas terasa seperti menghirup pecahan bara api. Suara retakan kayu terdengar samar, seperti tulang yang patah di bawah tekanan berat, dan setiap detik terasa seperti detik terakhir yang menggantung di ujung ajal.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
PEDANG NAGA LANGIT

PEDANG NAGA LANGIT

Bahkan dalam kegelapan malam yang pekat, pedang itu memancarkan cahaya yang menakutkan, seolah mengundang kehancuran. "Jangan biarkan itu menguasaimu!" seru Li Feng dengan suara yang penuh kekhawatiran, meski ia sendiri merasa terhimpit oleh rasa takut yang dalam. "Kau tahu betul apa yang bisa terjadi jika Pedang Kegelapan menguasai pikiranmu."
8.44.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Tersembunyi di Balik Cahaya

Tersembunyi di Balik Cahaya

Aku kedinginan. Ketika aku membuka mata, saat itu kamar gelap gulita. Jendela tidak tertutup gorden, jadi aku masih bisa melihat cahaya bulan dan lampu dari sana. Dugaanku, sekarang masih subuh. Benar saja, ketika aku melihat ponselku, memang masih pukul lima. Ngomong-ngomong, jika tidak menyadari kasur dan bantal yang kupakai berbeda, aku bahkan lupa jika aku ada di rumah Janice saat ini.
652 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Divine Power

Divine Power

“Apa maksudmu?” Sosok itu mengangkat tangannya, dan bayangan di bawah mereka mulai bergerak, menggeliat seperti makhluk hidup. “Selama ada cahaya, kegelapan akan selalu ada. Dan selama ada dunia yang ingin kalian selamatkan… akan selalu ada sesuatu yang ingin menghancurkannya.” Bayangan-bayangan itu melesat, menyelimuti kota dengan kabut gelap. Teriakan mulai terdengar dari sudut-sudut Eterna saat para penghuni mencoba melarikan diri.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

“Kau membuat cukup banyak kekacauan.” “Aku hanya membawa terang ke tempat gelap,” jawab Rainer. “Dan terkadang... kegelapan harus tetap gelap.” Rainer tak tersenyum. “Kegelapan yang dipelihara hanya akan menumbuhkan kehancuran.” Lord Dren menatapnya dalam-dalam. “Apa kau tahu apa yang terjadi ketika cahaya terlalu terang? Ia membakar segalanya, termasuk yang ingin diselamatkan.”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai poetry about darkness
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status