Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tuan Konglomerat, Kali ini Aku akan jadi istrimu

Tuan Konglomerat, Kali ini Aku akan jadi istrimu

tanya Ratih lagi dengan penasaran Nadira lantas tersenyum ia mengelus lembut rambutnya Ratih dan kembali mengajaknya berkeliling. Terlihat di tengah taman itu terdapat sebuah pohon yang sangat besar, seperti pohon beringin tua. Tetapi anehnya dari cabang pohon yang berbentuk v mengalir air yang cukup deras seperti air terjun tetapi tidak tinggi. Ratih lantas berhenti melangkah dan memejamkan matanya sejenak. Ia merasakan aroma kayu dan aroma angin serta air yang segar. Aromanya masuk ke dalam paru-paru tubuhnya.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

Sekuat tenaga kutahan air mata, merasa makan hancur karena kini ibu mertua melibatkan menantunya yang lain. "Dengar, kau harus sabar, ibu memang sangat menyayangi Dirga dan tidak bisa lepas darinya. Kau harus belajar memaklumi itu. Ini adalah titipan dari suamiku, pergunakanlah untuk memenuhi kebutuhanmu, jangan bersedih tetaplah tegar demi anakmu," ujarnya meletakkan amplop lalu pergi begitu saja meninggalkanku.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
Suluh Mukhalis: Pendekar Bayangan

Suluh Mukhalis: Pendekar Bayangan

"Mengagumkan, bukan?" Muncul suara tiba-tiba, mengejutkan Suluh dan sontak menoleh ke tepian sungai di mana dia menemukan Madiarta. "Master?" Suluh berbisik dengan berseri-seri, tak mampu menutupi keceriaan. "Kultivasi sudah menjadi bagian dari manusia yang sulit dilepaskan," Madiarta terlihat duduk bersila. "Tak hanya memberikan kita kekuatan, Prana menghasilkan ketenangan batin tak terlukiskan."
1.7K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Ia berjanji akan menemukan putranya demi Alina, menantunya. Hutan rimba yang cukup luas membuat mereka kesulitan menemukan markas musuh. Biasanya, Justin yang lihai dalam permainan seperti ini. "Aku harus tetap semangat untuk mencari putraku," gumamnya, mengubah posisi duduk menjadi berdiri lalu menepuk-nepuk dedaunan yang menempel pada pakaiannya. Sebuah benturan keras membuat Alinka jatuh tergeletak di hutan. Darah segar mengalir di wajahnya. Pria berpakaian hitam membawanya pergi, lalu menghilangkan semua jejak.
897 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
Raja Dunia Bela Diri!

Raja Dunia Bela Diri!

Lin Tian menoleh dan mengangguk pelan padanya, lalu bertanya dengan tenang, "Pohon apa sebenarnya ini?" "Ini adalah Pohon Fenomena Xiantian. Konon ia terlahir murni dari garis keturunan dewa ahli yang levelnya berada di atas Alam Fenomena Xiantian. Sarang tempat kita terjebak tadi bukanlah sekadar mineral urat bintang; tambang meteorit raksasa itu mengering dan lapuk murni karena sari energinya diisap habis oleh akar Pohon Fenomena Xiantian. Iblis Darah Bermata Merah purba yang mengejarmu tadi pasti merupakan wujud parasit yang lahir bersamaan dengan genangan darah dewa agung tersebut." Ji Xue menjelaskan situasinya dengan cepat kepada Lin Tian. "Sedangkan Buah Fenomena Xiantian di atas sana
9.558.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

[Gadis muda di pohon Tuhan] [tingkat warna: ungu muda] [Deskripsi: Cabang baru yang jatuh dari Pohon Ilahi Nuh. Cabang ini dapat tumbuh dengan menyiraminya dengan air sumur bulan. Saat tumbuh, cabang ini akan mengandung energi alam yang melimpah.] [Tunas ini dapat tumbuh menjadi Pohon Ilahi yang menjulang tinggi seperti Nuh dan Nabi Nuh!] Tangan Link gemetar setelah membaca pengantar barang tersebut. Pikirannya menjadi kosong.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
Sang Pendekar

Sang Pendekar

Berkata Senopati Randu Aji kepada sang raja, "Apa yang harus hamba perbuat untuk membantu Ki Sowandaru, Gusti Prabu?" "Di jalan yang mengarah ke kadipaten Conan Utara terdapat lembah yang berada di alas Baraka di sana terdapat jenis tumbuhan langka yang menempel ke setiap dinding tebing yang ada di sepanjang jalan tersebut. Nama tanaman itu adalah Katumpangan aer," tutur sang raja menjawab pertanyaan dari Senopati Randu Aji. "Apakah kau tahu dengan jenis tanaman itu?" sambung sang raja bertanya.
9.9166.3K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as pohon sidratul muntaha
Show Reviews (150)
Read
+Library
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Read All Reviews
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Pohon Ingatan (The Memory Tree) Di pusat hutan, berdiri sebuah pohon raksasa yang batangnya tampak bercahaya perak di bawah sinar rembulan. Penduduk desa menyebutnya "Pohon Gema". "Pohon ini tidak hanya menyimpan oksigen," jelas seorang tetua desa, keturunan Nara. "Ia menyimpan setiap tawa dan tangisan yang pernah dilepaskan di bawah naungannya. Jika kalian kehilangan imajinasi, kalian harus meminum getah dari pohon ini melalui telinga kalian—dengan cara mendengarkan bisikannya."
910 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
Madu Pilihan Mertua

Madu Pilihan Mertua

tukas Hani. "Aku tidak mandul, Bu! Sudah berapa kali aku katakan kalau aku tidak mandul! Hasil pemeriksaan mengatakan kalau kandunganku subur! Jangan bicara sembarangan tanpa fakta dan bukti!" ujar Maya membantah perkataan Hani.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

Tidak lama setelah Hafizah mengirim pesan pada Rina, hampir lima menit buah pesanannya datang, beruntung Hafizah meminta orang yang mengantarkannya menunggu di depan pintu gerbang rumah, dengan begitu tidak ketahuan ibu mertuanya. "Hafizah sedang sama siapa itu?" Hafidz yang ada di dalam mobil melihat transaksi Hafizah dengan orang yang mengantarkan buah. Mobil Hafidz berhenti tepat di depan Hafizah. "Kamu membeli anggur?" Terlihat Hafizah menenteng buah anggur yang hartanya sultan. Teringat dahulu saat bersama Dera yang suka membelikan buah anggur itu untuk ibunya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as pohon sidratul muntaha
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status