Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Malam itu bukan malam pertama mereka dalam arti sesungguhnya, tapi itu adalah awal dari kebiasaan baru: saling mencari, saling membutuhkan.
Hari-hari berikutnya mulai terasa seperti puzzle yang pelan-pelan tersusun. Aisyah masih harus menyesuaikan diri dengan sifat Arga yang kadang terlalu kaku dan mudah curiga. Misalnya, saat ia keluar sebentar ke pasar, Arga langsung menelpon tiga kali menanyakan keberadaannya, membuat Aisyah jengkel karena merasa terlalu diawasi. “Aku cuma beli cabai sama bawang, mas, bukan kabur,” protes Aisyah dengan nada kesal. Arga menatapnya dengan tatapan dingin khasnya lalu menjawab, “Aku hanya tidak ingin kehilanganmu lagi, apakah itu salah?” Kalimat itu membuat A
Bab Populer