Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dear My Lover

Dear My Lover

“Sampahnya, udah semua kan? Gak ada yang ketinggalan?” tanya Kak Masao memastikan lagi. Puas sudah menikmati piknik bersama ini, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Tadinya. Ya, tadinya. Niat untuk pulang jadi tertunda saat Kak Kenta melihat ada kedai yang menjual teh sakura. Teh sakura ini, dibuat oleh kelopak bunga sakura yang diseduh dengan air panas.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
Madu Pilihan Mertua

Madu Pilihan Mertua

“Mana mungkin Mbak tahu yang terbaik, Mbak kan belum pernah punya anak.” Maira tetap tersenyum meskipun hatinya sangat sakit. Bertepatan dengan itu, seorang pria dengan stelan kasualnya masuk dengan begitu percaya diri. Tapi baru sampai di ambang pintu toko, pria itu langsung memucat melihat istrinya ada di antara Riri dan orang tuanya. Mata Revan melotot pada ibunya sebagai kode, sedangkan wanita tua itu hanya melemaskan bahu sebagai kode bahwa ini di luar prediksi BMKG—eh, prediksi mereka maksudnya.
956 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
Secangkir Teh Untuk Suamiku

Secangkir Teh Untuk Suamiku

“Menurut keterangan Chalia, teh yang diminum dokter Janu sebelum meninggal berasal dari Anda. Katanya Anda mengirimnya sebagai ucapan terima kasih.” Rindu tersenyum tipis, tapi jelas bukan senyum ramah. “Ucapan terima kasih? Pada dia?” Dia terkekeh pelan. Nada getir menyelip di sana. “Pak, saya tidak punya alasan untuk berterima kasih pada orang yang sudah merusak reputasi saya. Kalau pun saya ingin memberinya sesuatu, itu mungkin surat pengaduan, bukan teh mahal.” “Jadi Anda membantah pernah mengirim teh itu?”
104.8K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
Dendam Mantan Istri

Dendam Mantan Istri

Sebuah kota bernama Einklag. Di Kota Einklag ini terdapat sebuah kedai teh yang dikenal dengan Kedai Teh Harue. Di dalam ruangan Kedai Teh Harue. Darwin sedang menuangkan teh hijau, dimana harga satu teko sebesar 600 ribu, ke dalam dua cangkir. Ia pun tersenyum dan menyerahkan sebuah cangkir kepada pria yang duduk di seberangnya, yaitu Enrico. Keduanya orang ini merupakan teman kuliah di kampus, jadi hubungan mereka baginya sangat dekat. Darwin pun mengumpulkan keberaniannya dan akhirnya berkata, “Enrico... sebenarnya tujuanku mencarimu pada hari ini adalah untuk membahas hutang 60 jutamu padaku, bisakah kamu mengembalikan uangku? Aku sedang lagi butuh uang.”
10883 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
Madu Pilihan Mertua

Madu Pilihan Mertua

jawab Wulan sambil memanyunkan mulutnya. "Kamu harus mengetahui posisimu, Wulan. Bukankah aku sudah katakan, pernikahanmu ini dapat menjadi sebuah kamuflase. Jadi, kita dapat bermain di belakang mereka dengan baik. Tidak perlu khawatir dengan semuanya. Aku akan tetap membiayai kebutuhanmu. Aku sudah berjanji bukan? Kalau aku akan tetap menjadikanmu nomor satu dalam hatiku," balas sang pria yang terlihat berusia lima puluh tahunan.
3.8K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
ISTRI RASA SIMPANAN

ISTRI RASA SIMPANAN

ujar Alicia sambil mencium aroma wangi-wangi herbal itu. "Teh satu ini menjadi spesial berkat tambahan beberapa tanaman herbal dan rempah. Yang terdiri dari kayu manis, jahe, lada hitam, serta kapulaga. Sementara untuk pemanis, biasanya memilih antara susu, gula, atau bahkan madu," jelas Claudius. "Karena aku suka susu, maka aku menambahkan susu!" ujar Claudius lagi. Merasa suasana sudah semakin mencair, maka Claudius pun mulai memberanikan diri untuk berbicara ke intinya tentang alasan mengapa dia memanggilnya datang ke rumahnya ini. "Ada yang ingin aku tunjukan kepadamu!"
1033.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
ISTRI GLOWING SUAMI KELING

ISTRI GLOWING SUAMI KELING

kata Risma seraya menaruh plastik berisi teh pesanan Pakde Burhan di depan Bude Narti yang duduk lesehan di ruang tamu. "Kok banyak banget?" "Biar awet, Pakde kan suka. Dikasih ketetangga buat oleh-oleh juga nggak apa." "Heh! Enak saja buat oleh-oleh, ini teh bisa jadi duit. Kan lumayan orang beli gorengan sambil ngeteh," sahut Pakde Burhan lalu mengambil kantong plastik di hadapan istrinya. Memeriksa isinya. Matanya terpejam dengan senyum tersungging, menghirup aroma teh yang menguar dari bungkusnya.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Seorang lelaki tua membawa tas plastik di punggung sambil memegang tempurung kelapa menoleh pada Clara dan membantunya berdiri. ”Sore-sore kok di kebun, Teh. Bahaya, banyak ular.” Clara menghela napas, kali ini ia merasa sedikit lega karena bertemu manusia. ”Tetehnya tinggal di mana?” Logat Sunda begitu kental dari kakek yang Clara temui. ”Kek, boleh antarkan saya ke villa dekat air mancur? Saya tersesat, dari tadi cuma keliling di tempat yang sama terus.”
106.0K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
Dicerai Suami, Dinikahi Majikan Tampan

Dicerai Suami, Dinikahi Majikan Tampan

Lelaki itu mengambil pisang goreng crispy lagi, mendadak ia tersedak dan langsung meminum teh manisku hingga tandas. "Tuan, itu--" "Kenapa?" "Maaf, Tuan, teh manis tadi punyaku dan sudah kuminum." Tuan Putra begitu santai menanggapi ucapanku. "Memang kenapa kalau itu sudah kau minum?" "Ah, ituuu--" Aku gelagapan apalagi saat mata elangnya menatapku dalam-dalam, jadi salah tingkah sendiri kan. Duh!
9.7217.6K viewsOngoingAdded to Library 5.7K Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
Once Again

Once Again

Bodi yang melihat perubahan itu, kini ikut menatap balik Cla. “Ini adalah teh hijau khas dari kampung Ibu saya Pak. Pokoknya sangat bagus untuk kesehatan. Hanya 100 ribu per kotaknya. Kalau beli 5 dapat gratis 1. Saya akan sangat senang jika Bapak menjadi membership kami karena akan banyak diskonnya. Sebenarnya saya bukan penjualnya langsung, hehehe. Saya hanya menyarankan pada Bapak untuk membelinya. Maaf ya Pak jadi cerewet gini. Soalnya Ibu saya bakalan senang banget jika ia memiliki banyak pelanggan.”
2.7K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as poster iklan teh pucuk
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status