Titip
Doa tidak putus aku langitkan, semoga bisa menjawab semua pertanyaan dan mempertahankan argumentasi, sehingga proposal yang mati-matian kukerejakan di tengah badai rumah tangga tidak berakhir sia-sia.
Setengah jam menunggu yang terasa begitu lama. Lalu, saat pembimbing dan penguji muncul dari tangga, debaran dalam dada semakin menggila. Janin dalam perut pun ikut gelisah. Dia sibuk bergerak dan menendang ulu hati. Membuatku sedikit meringis.
“Airin, siap?” Ibu Farida, dosen sekaligus Kepala Program Studi yang dihindari setiap mahasiswa karena tegas dan idealis saat menjadi penguji, kini berdiri di hadapan.
Bab Populer