Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Begitu Aku Meninggalkannya, Suamiku dan Anak Kami Menangis

Begitu Aku Meninggalkannya, Suamiku dan Anak Kami Menangis

Yang lebih tak terduga adalah di dalam karya-karyanya, ada banyak fotoku. Ada foto diriku yang diam sedang melukis. Ada foto diriku yang bergerak, menunggang kuda menuju cakrawala. Ada juga foto ketika aku merapikan rambut di bawah cahaya lembut matahari pagi. Semua gambar itu ditempatkan di ruang pameran khusus dan diberi judul “Cinta Sejati”. Entah mengapa hatiku terasa gelisah. Ketika aku ingin pergi diam-diam, tiba-tiba seseorang menarik kuat pergelangan tanganku.
4.4K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as puisi bergambar
Read
+Library
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

Bab 4: Terjemahan Ukiran Anisa dan timnya berjalan kembali ke desa dengan hati-hati, membawa kitab kuno yang mereka temukan di gua. Matahari telah tenggelam sepenuhnya, dan hanya cahaya bulan serta obor yang menerangi jalan mereka. Meskipun lelah, mereka merasa semangat karena telah menemukan petunjuk penting dalam pencarian mereka.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as puisi bergambar
Read
+Library
DIKIRA ANAK HARAM, TERNYATA ANAK SULTAN

DIKIRA ANAK HARAM, TERNYATA ANAK SULTAN

Namun kembali aku tertuju pada dua orang yang berdiri di balkon atas sebelah kanan. Bu Murni menatapku, "A-a-apa selain pandai melukis Riris juga indigo?" Aku mengeleng pelan, siapa yang tak akan menyangka seperti itu jika gambar yang dilukiskan Riris itu mengambarkan sepasang laki-laki dan perempuan dengan gaun yang mereka kenakan penuh darah. Aku tahu Riris mengambar ayah dan ibunya. Ya... Yang ia gambar adalah Belinda dan Bagas. Namun kenapa harus digambar dengan pakaian penuh darah seperti itu. Ah! Pasti Bu Murni ketakutan.
106.3K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as puisi bergambar
Read
+Library
Mendadak Jadi Istri Artis

Mendadak Jadi Istri Artis

Ditemani oleh senja, mawar itu menciptakan bayangan yang memantul di air yang jernih. "Bagus juga ternyata." Andra sampai terkekeh. Ia lalu melihat lagi lukisan lainnya, ternyata ada gambar pemandangan gunung biasa. Ya. Seperti gambar kita semasa sekolah. Tapi, ini lebih cantik karena memiliki degradasi warna.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as puisi bergambar
Read
+Library
Bayang di Balik Kabut

Bayang di Balik Kabut

“Tapi kenapa rasanya... aku mengenal nama tempat ini?” Mereka bertiga turun dari dataran tinggi, melewati padang berbatu menuju pintu gerbang Varethas yang tersembunyi dalam kabut ungu pekat. Sepanjang perjalanan, tidak ada suara burung, tidak ada tanda kehidupan. Hanya keheningan yang membentang seperti janji sunyi akan sesuatu yang besar dan mengerikan. Gerbang batu itu menjulang tinggi, penuh ukiran simbol darah yang belum pernah Laras lihat sebelumnya—bentuknya seperti serpihan bulan, mata terpejam, dan api yang terbelah dua.
852 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi bergambar
Read
+Library
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Ia membukanya, dan di dalamnya terdapat selembar gulungan kulit kayu tua. Bukan wasiat, bukan naskah, melainkan gambar. Gambar yang menunjukkan detail Gunungan ciptaan ayahnya, yang ia temukan dulu. Tetapi gambar itu tidak berhenti pada detail wayang, melainkan melanjutkan gambar ke belakang. Itu adalah denah rinci dari seluruh Sanggar di Imogiri ini.
932 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi bergambar
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Layar di depan ruangan menyala, menampilkan sebuah lukisan tinta hitam-putih bergaya klasik. "Lukisan ini berjudul 'Renungan di Musim Gugur'. Sang pelukis terinspirasi dari bait puisi karya Edward yang berbunyi: 'Pohon tua, ranting kering, gagak senja, rumah kecil di tepi jembatan, aliran air mengalun. Kuda berderap di jalan tua diterpa angin barat, matahari terbenam, dan hati yang merana di tanah perantauan.'" "Yang menarik, pelukisnya tidak menuliskan nama di lukisan ini. Bagaimana kalau kita coba tebak, siapa kira-kira penciptanya?"
9.61.2M viewsOngoingAdded to Library 35.7K Times as puisi bergambar
Show Reviews (92)
Read
+Library
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Bukan karena disuruh, tapi karena saat mereka melangkah dan mendengar bunyi kayu retak, mereka saling tatap dan tertawa, “Kalau kita jatuh saat bicara nanti, itu akan memalukan sekali.” Seseorang membawa kain besar. Ia menggantungnya sebagai penutup sisi panggung, dan menggambar garis-garis samar yang membentuk… bukan bendera, tapi pelukan. Lingkaran, dengan dua garis melengkung di dalamnya. Tidak simetris. Tidak sempurna. Tapi saat seseorang bertanya, “Ini gambar apa?” ia menjawab pelan:
101.9K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as puisi bergambar
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Di situ ruang sangat sempit, hanya muat untuk dua orang. Dalam keadaan gelap itu, Gandarwo mempunyai sisi keuntungan, ia mempunyai kapak yang ujungnya menyala merah membara. Tapi di dalam gelap itu, ujung kapaknya menjadi terang bagai lentera. Dan karena mendapat penerangan dari ujung kapaknya itu, Gandarwo dapat melihat relief gambar bunga pada dinding gua sempit itu. Gandarwo memperhatikan sambil bicara sendiri, "Siapa yang memahat gambar bunga di gua ini? Orang tersesat, atau orang yang menumpang berteduh karena hujan? Tapi... rasa-rasanya ini gambar bunga teratai?" tangan Gandarwo meraba-raba pahatan gambar bunga teratai itu.
1030.6K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as puisi bergambar
Read
+Library
ART Kesayangan Tuan Rain

ART Kesayangan Tuan Rain

Rain tampak begitu fokus dan penuh perasaan saat ia melukis di atas panggung, menciptakan goresan-goresan indah dengan pasir. "Dia benar-benar luar biasa," bisik Summer pada dirinya sendiri. Di atas panggung, Rain benar-benar menunjukkan kualitas dirinya. Tidak ada yang tidak terpukau dengan penampilan Rain. Gambar yang Rain buat dengan pasir, mulai menceritakan perjalanan cinta seseorang, dan itu membuat jantung Summer berdebar semakin kencang.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as puisi bergambar
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status