Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Assalamualaikum, Ex-Husband!

Assalamualaikum, Ex-Husband!

tiba-tiba wajah Biru tampak menahan rasa geli, dia melirik penuh arti Ibu yang sedari tadi mengawasi kami. “Aku pernah bikin puisi saat SD dulu, judulnya Langit Biru,” jawabku begitu saja. Tak begitu menghiraukan bagaimana reaksi Biru tadi. “Oh, begitu. Aku jadi tersanjung,” katanya, “berarti namaku menginspirasi.” “Iya, mungkin ya Nak Biru. Biasanya kalau orang nulis itu kan sesuai alam bawah sadar. Seperti Jani ini,” Ibu tiba-tiba mencolek lenganku, tersenyum begitu lebar.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Ibu, Aku Mau Ayah

Ibu, Aku Mau Ayah

Adisti mengusap-usap wajah dan kedua lengan, mengeringkannya. "Bu, aku ada tugas dari Bu Guru." Laporan dimulai. "Tugas apa?" Adisti bertanya sementara mereka berjalan masuk menuju ke kamar. "Menulis nama-nama bunga. Aku bisa. Sudah selesai." Dengan semangat Felicia menjawab. "Anak pintar. Sudah makan?" tanya Adisti. "Udah. Pakai perkedel. Aku nambah, Bu." Gadis kecil itu naik ke ranjang. Dia meraih bonekanya, memeluk boneka anjing putih yang lucu.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Sistem Super Boros

Sistem Super Boros

"Betapa banyak orang mencintaimu di masa mudamu, mengagumi kecantikanmu, baik yang palsu maupun yang asli. Hanya satu orang yang mencintai jiwamu yang berziarah, kerutan-kerutan menyakitkan di wajahmu yang menua. Dengan kepala tertunduk, ia berbisik sedih tentang hilangnya cinta di samping tungku merah menyala..." Guan Fei membacakan dua puluh puisi modern yang paling disukai para gadis dalam satu tarikan napas, dan diakhiri dengan "When You Are Old" karya Yeats, dengan mengatakan bahwa aku akan mencintaimu selamanya, bahkan jika wajahmu tertutup kerutan. Apakah ini benar-benar Guan Fei! Saat itu, teman-teman sekelas sang guru tercengang. Bukankah dia murid yang payah? Bagaimana mungkin dia
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Ia duduk di kursi baris kedua, membaur dengan para orang tua yang lainnya. Hingga tak lama kemudian seorang guru perempuan naik ke atas panggung dan mulai memperkenalkan murid satu per satu. Anak-anak dipanggil maju ke depan, menyapa penonton dengan senyum malu-malu. Ada yang menampilkan drama pendek, nyanyian anak-anak. Hingga lima belas menit kemudian, tibalah giliran Caca. "Selanjutnya, anak kami yang bernama Marsha Putri Baskara akan membacakan puisi berjudul 'Terima Kasih, Mama'," ucap sang guru.
1033.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
MY SWEET(no) BRIDE

MY SWEET(no) BRIDE

Sekolah besar itu hening sebab semua murid sedang belajar. Hari ini jam pelajaran Biologi membuat Dafa harus mengajar dengan dampingan guru lain. "Anak-anak sudah mengerti dengan puisi?" Itu bu nonna yang dikenal dengan julukan penggoda. Bahkan dia terlalu gatal sampai ada guru laki-laki yang pindah karena ulahnya. "Mengerti bu,"jawab murid dengan serentak. "Baik. Jadi tugas kalian adalah membuat puisi dengan bait minimal lima." Kali ini Dafa yang menjelaskan membuat semua murid menggerutu pelan. Minimal lima dalam lima baris itu yang di maksud Dafa.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Puisi itu berbunyi: Di antara sejarah dan darah pahlawan, Ada degup yang tak bisa kuabaikan. Tak ada merah putih di dadaku selain wajahmu yang selalu tenang. Untukmu, guru berjas abu-abu… Pak Taka mengernyit. “Ini puisi... romantis?” Laras maju ke depan dengan cepat, “Itu... karya fiksi, Pak! Kami mau menunjukkan bahwa nasionalisme bisa disisipkan dalam bentuk rasa cinta!”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Dipaksa Nikah (Mencintai Istri Abdi Negara)

Dipaksa Nikah (Mencintai Istri Abdi Negara)

"Siapa yang mengajarimu membaca puisi? Hem?" "Mama." "Mama?" Kening Purnomo mengernyit. "Iya. Aku selalu membaca puisi-puisi buatan Mama." "Oh, ya? Memang Mama sering membuat puisi?" Purnomo menatap tak percaya. Ara mengangguk cepat. "Iya. Kata Mama itu puisi lama. Tapi ... syairnya kebanyakan tentang kesedihan. Aku nggak tahu maksudnya apa. Tapi bagus," celotehnya.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Mungkin Mama sedang mengisi daya batrainya. Kulirik Pak Afnan, dia sedang sibuk dengan gawainya. Aku pun mengetik beberapa bait puisi untuk membunuh waktu, daripada keolenganku kambuh. RANJAU Tuhan Bila hati salah melangkah Tunjukkan arah Bila rasa adalah dosa Hapus segera Dialah gelora Pada cita yang tersita Pada cinta hampir ternoda
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Sang Ksatria Malam

Sang Ksatria Malam

Dengan diamnya dan dengan kerapian setiap rencana yang disusun oleh padepokan Bayangan Singa, sungguh sulit untuk menemukan keadaan asli kalian di sana. Oleh karena itu, sebagai sebuah kenang-kenangan sekaligus sebagai petunjuk wasiat yang bisa guru berikan pada kalian adalah syair puisi di bawah ini. Syair ini bukanlah syair biasa, di dalamnya terkandung makna pesan sebenarnya yang ingin guru sampaikan. Guru akan menyerahkan sepenuhnya bagaimana penerjemahan syair ini pada Bajulgeni, karena guru yakin Bajulgeni telah menguasai ilmu sastra dan paham bagaimana tutur kata dari guru sendiri. Berikut adalah untaian syair yang harus kalian terjemahkan.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
RELATIOXIC RULES

RELATIOXIC RULES

Bu Markonah adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI B yang membawakan materi tentang puisi. “Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang puisi. Ada yang sudah tahu definisi puisi? Puisi adalah sebuah karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan setiap larik dan kata-katanya yang sangat diperhatikan,” kata Bu Markonah Seluruh siswa menyimak dan mencatat penjelasan Bu Markonah, tetapi Alexa malah sibuk mengecek ponselnya berulang kali. Danish masih belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai puisi buat ibu guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status