Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Damian&Kimberly

Damian&Kimberly

“Sayang, Mommy sering melakukan kesalahan. Mommy belum hebat.” “Mom. Everyone makes mistake. And it’s okay. Tidak perlu dibahas apa yang sudah berlalu. Yang harus kau ingat, aku selalu bangga memilikimu. Terima kasih sudah menjadi ibu yang hebat. I love you, Mom. Always and forever.” “Oh, My Love. I love you more than anything else in the world.” “See you tomorrow, Mom.” “See you, My Love.”
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Pesona Ibu Kos Kesayanganku

Pesona Ibu Kos Kesayanganku

kata Andi malah jadi kesal atas kecupan Miya itu. "astaga gak usah malu kali sayang, gak papa kita kan sebentar lagi jadi suami istri, jadi gak perlu malu, kemarin kamu membuatku basah banyak loh di atas tempat tidur.." balas Miya, suaranya sengaja dia besarkan agar terdengar jelas di telinga ibu tirinya. "oh ya ngomong-ngomong batang kamu besar dan enak loh.." tambah Miya, semakin membuat merah wajah ibu tirinya.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Istri Buat Om Duda

Istri Buat Om Duda

cerita Kayla dengan mata berbinar penuh kebanggaan. Lintang tersenyum haru, membayangkan Kayla membacakan puisi tentang seorang ibu di hadapan teman-temannya. Dia pun bertanya dengan nada jenaka, "Kalau begitu, Puisi 'Ibu' itu Kayla persembahkan untuk siapa?" "Tentu saja buat Mama!" jawab Kayla tanpa ragu sambil melempar senyum lebar pada Lintang. "Mama adalah ibu bagi Kayla. Kayla sangat menyayangi Mama."
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

“Ayah. Pengorbananmu sangatlah abadi. Bekerja dengan senang hati dan penuh cinta. Tak pernah berkecil hati dan meminta balas jasa. Pagi, siang, malam, engkau selalu tersenyum tanpa henti, tak peduli akan seperti apa hari-hari, engkau selalu mencari nafkah untuk keluarga….” Kembali tepuk tangan riuh. Membahana dan meramaikan suasana. “Puisi ini Qasam tujukan kepada mama dan papa. Terima kasih mama dan papa yang sudah hadir. Terima kasih mama dan papa yang sudah menyayangi Qasam. I Love you…” Suara Qasam membuat Habiba makin bangga.
9.8191.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Anak Keponakanku

Ibu Susu Anak Keponakanku

“Tidak, Nak. Kamu sudah cukup menderita. Kami yang harusnya lebih kuat, tapi tubuh ini sudah rapuh. Jangan pernah merasa bersalah karena kami khawatir. Itu memang tugas kami sebagai orang tua, bahkan di usia senja sekalipun.” Rindu tidak bisa menahan air matanya lagi. Ia terisak, membenamkan wajah ke tangan ibunya. “Aku lelah, Bu… aku benar-benar lelah. Tapi aku tidak ingin membuat kalian menangis lagi.” Ibunya ikut menangis, mengelus rambutnya perlahan. “Kalau begitu, tetaplah hidup dengan baik. Itu saja yang kami minta. Bertahanlah, Nak. Jangan menyerah.”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Kesayangan Mantan

Ibu Susu Kesayangan Mantan

Tak jarang pula ia sibuk menatap layar ponselnya—hanya menunggu sebuah kabar dari seseorang yang tak kunjung pulang. "Sudah lah, Bayu, ngapain kamu masih nunggu perempuan itu? Biarkan saja dan lihat sampai kapan dia bertahan hidup luntang-lantung di luar sana. Santai saja, Ibu yakin dia pasti akan kembali. Memangnya siapa yang betah jadi gembel." Langkah berat Bayu terayun menghampiri sang ibu. Wajahnya terlihat lesu, ada gurat penyesalan yang tak bisa ia sembunyikan—membuat sang ibu menatapnya tak suka.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

*** Kau yang membuatku (ada di dunia) Kau pun besarkanku (penuh bahagia) Hingga 'ku dewasa Khilaf yang pernah aku lakukan dahulu Tak berniat untuk menyakiti hatimu Oh, ibu Cintamu tak mengenal waktu Kasihmu menyadarkan aku Tak ada yang lebih darimu (Oh, ibu) Apakah 'ku mampu membalas Semua yang telah kau beri dengan ikhlas? Nyawa pun rela 'kan kttlepas (Oh, ibu) (Oh, ibu) Oh ... oh ... oh ... Khilaf yang pernah aku lakukan dahulu Tak berniat untuk menyakiti hatimu Oh, ibu (ibu) Cintamu tak mengenal waktu Kasihmu menyadarkan aku Tak ada yang lebih darimu Oh, ibu Apakah 'ku mampu membalas Semua yang telah kau beri dengan ikhlas?
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Tulisan tangan ibunya yang begitu akrab terpampang di hadapannya. [Anakku tersayang, saat kamu membaca ini, aku sudah tiada. Jangan membenciku, dan jangan membenci siapa pun. Aku hanya pergi untuk menjalani hidup yang selalu kuinginkan.] [Aku berharap kamu tumbuh menjadi pria yang baik, menemukan cinta sejati, dan hidup bahagia secara sederhana. Ingatlah, Ibu akan selalu mencintaimu.]
18.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui

Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui

“Kau kalah, Yuda.” Suaraku datar, tapi ada kemarahan dan rasa sakit yang selama tiga tahun mendidih di dada. “Kau kalah oleh dirimu sendiri, oleh caramu meremehkan pernikahan ini, oleh rasa tidak hormatmu padaku sebagai istri, oleh sikap dinginmu pada anak kita.” “Kamu mau balas keadaan, tapi aku pastikan kamu bahkan tak sanggup bangkit berdiri.”
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai puisi buat ibu tersayang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status