Petani Terkuat
Jaka menegakkan tubuh, berusaha memasang wajah tenang meskipun kakinya terasa nyut-nyutan.
"Ayo kalau masih mau," ucapnya, meskipun dalam hati ia berharap binatang itu memilih pergi.
Untungnya, setelah beberapa detik saling menatap, babi hutan itu berbalik dan berlari masuk lebih dalam ke hutan. Suara semak yang tersibak perlahan menjauh, sampai akhirnya menghilang ditelan rimbunnya pepohonan.
Jaka mengembuskan napas panjang.