Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sistem Pahlawan Rakyat Jelata

Sistem Pahlawan Rakyat Jelata

Ia membuka gagang pintu kamar sederhana itu, kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia hanya menatap langit-langit kamarnya, plafon bolong-bolong dan juga cat dinding usang sudah menjadi pemandangannya sehari-hari. Rein sengaja menyewa tempat murah ini, dengan keadaan ekonominya. “Sistem keadilan surgawi,” gumamnya pelan dengan nada tidak bersemangat. “Sudah kuduga ia hanya khayalanku saj dan tidak akan muncul.”
839 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
689 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

“Dan sekarang, kamu bukan hanya berdiri. Kamu sedang menanam tempat baru… untuk orang-orang lain bisa berdiri tanpa rasa takut juga.” Dan di jurnalnya, Nara menulis: “Kadang, bentuk keadilan yang paling sunyi… adalah ketika orang yang dulu mengurung kita, akhirnya sadar bahwa kita tak pernah butuh mereka untuk membebaskan diri.” --------------------------------------------------------------------------------------------------------------
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

"Kalian terlalu naif jika berpikir dunia ini bisa bertahan hanya dengan keadilan dan kebaikan. Kekuasaan selalu ada di tangan mereka yang cukup kuat untuk mengambilnya." Caine menegang. Ia tahu Azrael bukan hanya seorang penyihir biasa, tetapi pria itu juga licik dan selalu selangkah di depan. Jika mereka bertarung di sini, peluang untuk menang sangat kecil. Caine berdiri di hadapan Azrael. "Elian mengetahui semua kebusukanmu."
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

“Filosofi bulan salah satunya adalah adil. Satu dari banyak makna dan perilaku bulan. Itu karena bulan dalam satu bulan akan muncul dengan totalitas. Totalitas wujudnya, totalitas waktunya. Setiap pertengahan bulan atau tanggal lima belas dia selalu muncul di tengah-tengah dengan wujud penuh. Seperti keadilan yang selalu mengambil jalan di tengah.” “Bulan mengingatkanku dengan Kak Riel. Seorang polisi yang dituntut harus lebih memahami tentang keadilan. Kak Riel harus bisa menyelesaikan masalah dan tidak boleh condong berat sebelah. Harus selalu bersikap totalitas di tengah dua pihak untuk menentukan keputusan seadil-adilnya.” Embun semakin melebarkan senyumnya, “mirip seperti bulan, kan?”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Khianati

Istri yang Kau Khianati

Jeda sejenak kemudian dia melanjutkan, "bukan karena aku sudah memiliki Mas Rendi dan harta yang nggak pernah aku bayangkan sebelumnya, tapi lebih pada bersyukur karena orang-orang di sekitarku nggak pernah memaksaku untuk bekerja keras. Mereka menghargaiku meskipun statusku, ya kamu pasti tahu. Terkadang aku berfikir, mungkin benar kebahagiaan akan datang setelah kita larut dalam kesedihan. Tuhan itu adil dan aku yakin kamu juga akan mendapatkan keadilanNya." Gani merasa dirinya menjadi suami yang paling bodoh sedunia karena tidak memahami kesulitan Frani selama menikah dengannya. Pria itu menundukkan kepalanya, sebelum air matanya tumpah. Belum pernah dia merasakan semenyesal ini. Dia, yan
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
Gadis Terhina Menjadi Terhormat

Gadis Terhina Menjadi Terhormat

Jelasku kepada Bu Susi dan keluarga. "Faisal percaya dengan Dewi, Ma, Pa. Kita bisa lihat kan bagaimana Dewi dalam kesehariannya, kita bisa menilai dari sana kebenaran yang sesungguhnya." Mendengar pembelaan Bang Faisal, rasa kesalku padanya berangsur pudar, ternyata sisi baiknya memang murni, dia mampu menyimpulkan dengan jernih sebuah permasalahan.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
The Caliph

The Caliph

“Kau benar-benar berkata demikian?” “Mengapa tidak?” “Mereka saudara kita juga, Rais.” “Kau masih menganggap mereka saudara?” “Kenapa tidak?” “Saudara tidak akan membuat saudaranya menderita.” “Mungkin perbedaan sudut pandang.” Rais menghembuskan napas panjang. “Kita harus menegakkan keadilan.” kata Rais. “Seperti apa yang kau maksud?”
9.75.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Masa iya gua lompat gitu aja? Dulu waktu kecil gue sering denger ungkapan kayak gini: Bisa naik, nggak bisa turun Hahaha, itulah yang gw rasain sekarang. Ya Gusti, Iqbal belum mau mati hari ini! Selamatkan lah hamba ya Allah, sholat subuh Iqbal kan belum di Qodho!
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai puisi keadilan
Baca
+Pustaka
Diary Sang Kupu Kupu Malam

Diary Sang Kupu Kupu Malam

Karena kesal, Cantika pun mendapat serangan bogem mentah yang tepat mendarat di kepala, wajah serta bagian dadanya. Ingin rasanya kami mengadu saat itu agar ada keadila bagi kami. Tapi apa daya, hukum tak berlaku bagi kami para kamu terbuang. Hanya buang waktu dan hanya membuat malu. Ucap Cantika saat itu, bercerita padaku dengan begitu sedih serta pedihnya yang dia rasakan. Memang benar, hukum di Negara ini berat sebelah. Kami memang dipandang hina dan kotor, Tapi ketika kami meminta keadilan, seolah hukum itu tak berpihak pada kami dan tak pantas kami mendapatkannya. Sementara kami ingat sila-sila keadilan, selalu kita ingat pada tiap upacara hari kemerdekaan. Aaaa… entahlah, betapa hebat
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai puisi keadilan
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Adevio Putra Kencana
Hai semua para readers.....terima kasih masih menyaksikan kisah ini...jangan lupa juga untuk buka kunci gembok babnya ya..agar semakin menambah semangat penulisnya. Terimah kasih banyak sudah setia para readers sampai saat ini..semoga kita dapat memetik hikmah dari cerita sederhana ini....
Deidre
Membahas tentang kehidupan malam memang menarik, saya yakin banyak emosi yang bisa digalih lagi untuk ditimbulkan supaya ceritanya semakin menampilkan pergolakan hati sang kupu-kupu malam sehingga menampilkan makna yang lebih mendalam
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status