Diary Sang Kupu Kupu Malam
Karena kesal, Cantika pun mendapat serangan bogem mentah yang tepat mendarat di kepala, wajah serta bagian dadanya.
Ingin rasanya kami mengadu saat itu agar ada keadila bagi kami. Tapi apa daya, hukum tak berlaku bagi kami para kamu terbuang. Hanya buang waktu dan hanya membuat malu.
Ucap Cantika saat itu, bercerita padaku dengan begitu sedih serta pedihnya yang dia rasakan. Memang benar, hukum di Negara ini berat sebelah. Kami memang dipandang hina dan kotor, Tapi ketika kami meminta keadilan, seolah hukum itu tak berpihak pada kami dan tak pantas kami mendapatkannya. Sementara kami ingat sila-sila keadilan, selalu kita ingat pada tiap upacara hari kemerdekaan. Aaaa… entahlah, betapa hebat
Bab Populer