Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Topeng Sempurna Istri Pamong

Topeng Sempurna Istri Pamong

Yang tersisa hanyalah aku, dengan masa lalu yang sudah kupadamkan apinya, dan masa depan yang cahayanya mulai terlihat sangat terang. Hidup memang seringkali tidak adil, tapi malam ini aku belajar satu hal: keadilan tidak selalu datang dari langit. Kadang-kadang, kita harus menjemputnya sendiri, dengan cara yang kasar, dengan strategi yang matang, dan dengan keberanian untuk menghancurkan apa yang perlu dihancurkan demi membangun sesuatu yang jauh lebih baik.
605 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as puisi keadilan
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Pramana langsung menunjukkan sikapnya dan menatap ke sekeliling sambil berteriak dengan kuat, “Teman-teman sekalian, kalau kita membiarkan dua pecundang ini mencelakai Tuan Wahyudi, kita akan tercatat sebagai orang seperti apa di sejarah? Demi menegakkan keadilan, meneruskan ajaran para guru besar, dan kedamaian dunia, sebagai pelajar, kita harus melakukan sesuatu!” “Benar! Demi menegakkan keadilan, meneruskan ajaran para guru besar, dan kedamaian dunia!” “Tuan Wahyudi sudah menciptakan sajak dan puisi terbaik sepanjang masa. Kalau kita hanya melihatnya dicelakai para pejabat korup ini dalam diam, bagaimana orang-orang akan menilai kita?” “Lindungi Tuan Wahyudi dan jatuhkan para pejabat koru
96.1M viewsCompletedAdded to Library 123.0K Times as puisi keadilan
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Ada sesuatu di dalam suaranya yang menggetarkan — bukan amukan, melainkan kehangatan lebur yang menguji fondasi. “Keadilan bukan ilusi,” jawabnya, nadanya dingin namun kuat. “Ia adalah prinsip. Mungkin rapuh di tangan yang salah, tetapi hal itu bukan alasan untuk melemparkannya ke jurang. Kami dipanggil bukan untuk menilai kalau nilai itu layak atau tidak. Kami dipanggil untuk menegakkan, untuk menutup retakan waktu yang diakibatkan olehnya.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as puisi keadilan
Read
+Library
Kebahagiaan yang Tak Pernah Kuraih

Kebahagiaan yang Tak Pernah Kuraih

Ujung jari Amelia sedikit bergetar saat menerimanya dalam diam. Begitu membuka halaman pertama, dia langsung melihat tulisan tangan kakaknya yang familiar dan berantakan. [Hari ini Amelia akhirnya belajar memberi hormat. Tangannya memang belum cukup tinggi, tapi matanya bersinar sekali. Ayah, Ibu, aku bakal membuatnya hidup lebih bahagia daripada siapa pun.]
2.5K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as puisi keadilan
Read
+Library
Antara Janji dan Pengkhianatan

Antara Janji dan Pengkhianatan

Emosi di matanya terus berubah-ubah, dari tidak percaya … menjadi berkecil hati … dan akhirnya tenggelam dalam keputusasaan. "Dinda, dari awal sampai akhir, aku cuma mencintaimu. Aku nggak mengkhianatimu! Masalah ini pada akhirnya juga demi kebaikanmu. Bisakah kamu dengarkan dulu penjelasanku …." Aku tertawa, air mata mengalir dari sudut mataku. "Kamu bilang apa? Nggak mengkhianati?" "Ivan, bagimu, selama itu cuma pengkhianatan fisik, maka nggak dianggap berkhianat, begitu?"
1.7K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as puisi keadilan
Read
+Library
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Mulutnya komat-kamit mengejek, "Kak, nanti jangan sampai berlutut mohon-mohon pinjam duit ke aku ya." Aku tersenyum tipis tanpa berkata-kata. Lalu berbalik dan berjalan menembus hujan. Aku mengerutkan leher, merasa hawa dingin menusuk sampai ke sela-sela tulang. Sebenarnya pergi ke mana pun sama saja. Aku hanya ingin mencari tempat yang tenang untuk menghabiskan sisa waktuku. Tidak perlu lagi mendengar suara gedoran pintu dari para penagih utang si pejudi itu.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as puisi keadilan
Read
+Library
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

“Aku menyuruh kalian memperjuangkan keadilan.” Pak Rasim mengangkat buku catatannya sedikit lebih tinggi. “Keadilan tidak membeli beras untuk rumahku. Keadilan tidak memperbaiki roda gerobakku. Keadilan tidak mengajari anakku cara menjaga api supaya mie tidak lembek.” Ia lalu menunjuk gerobaknya yang diparkir tidak jauh dari tanah lapang. Papan nama di atasnya terlihat jelas.
1010.7K viewsOngoingAdded to Library 341 Times as puisi keadilan
Read
+Library
Sehidup Semati Yang Teringkari

Sehidup Semati Yang Teringkari

Pandangan Erik penuh dengan kesedihan, tatapannya jatuh pada lukisan cat air yang ternoda lumpur. Lukisan itu dibuat oleh Nelsi. Itu hadiah ulang tahunnya yang kedelapan belas. Dalam lukisan itu, salju tebal beterbangan di langit, punggung dua anak muda saling berdekatan. Mata Erik berlinang, dia menoleh ke belakang lukisan dan melihat sebaris tulisan kecil di sudut kanan bawah. [Andai aku bisa menua bersamamu seperti ini.]
27.1K viewsCompletedAdded to Library 974 Times as puisi keadilan
Read
+Library
Lepaskan Aku, Om

Lepaskan Aku, Om

Matanya memancarkan harap yang tulus, seperti anak yang percaya pada dongeng. Aku menatapnya lama. Ada sesuatu yang meledak kecil di dalam diri ketika ia menyebut Tuhan. Mungkin karena aku juga dulu percaya—percaya bahwa ada yang adil di luar sana yang akan menuntaskan semuanya tanpa aku harus membajak kebenaran sendiri. Tapi malam itu mengajarkanku pelajaran yang kejam: keadilan seringkali terbungkus dalam celana panjang mereka yang bercoreng; ia bisa dibeli, dibungkam, dimanipulasi. Meninggalkan nasib pada sistem yang sama yang membunuh Gery terasa seperti menyodorkan mayat pada pemangsa.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as puisi keadilan
Read
+Library
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Dengan sikap lebih ramah, salah satu dari mereka berkata, “Apa maksud Anda dengan tidak cocok? Apakah ada kesalahpahaman?” “Saya adalah orang yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kejujuran. Jika seseorang yang sudah meraih juara pertama dalam lomba pidato tidak mendapatkan kesempatan sebagai pelajar pertukaran, di mana letak keadilannya? Tanpa keadilan, memberikan donasi pun rasanya hanya menyakitkan hati!” Ia kemudian memasukkan uang 10.000 itu kembali ke dalam tasnya dan menutupnya. Salah seorang pimpinan dengan sigap menuangkan segelas air untuknya. “Nona Jiang, mungkin ada kesalahpahaman. Kalau boleh tahu, saat ini Anda bekerja di mana?”
5.9K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as puisi keadilan
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status