Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku

Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku

Ibuku menangis tanpa henti hingga matanya rusak, bahkan pikirannya mulai terganggu. Sepanjang hari yang bisa dia ucapkan hanyalah, maafkan ibu Katie. Rintik-rintik hujan, angin pagi yang terasa sedikit dingin, dan suasana yang tampak suram. Bahkan rumput liar yang kuat pun tertunduk karena beratnya embun. Orang tuaku menguatkan diri dan mengenakan pakaian resmi. Setelah semua kesibukan, hari ini adalah hari pemakamanku.
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Setelah semua badai berlalu, aku mulai menikmati lembaran baru dalam hidupku. Rumah terasa lengang, damai, tanpa hingar-bingar pertengkaran dan perdebatan dengan keluarga Bang Fahri. Tidak ada lagi teriakan, makian, hinaan dan amarah. Aku memilih menghabiskan hari-hariku di peternakan, merasakan kepuasan yang mendalam sebagai pemiliknya.
1024.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Tiada Hidup Tanpa Sistem

Tiada Hidup Tanpa Sistem

“Dulu peperangan antara Dewa Cahaya melawan Iblis Kegelapan. Ternyata, di zaman modern seperti sekarang ada peperangan antara Sistem Kehidupan melawan Sistem Kegelapan.” “Ya seperti itulah ....” Kelvin kemudian menundukkan kepalanya. “Saya pikir setelah mendapatkan sistem saya akan hidup bahagia dan tidak mendapat masalah lagi, namun ternyata dugaan saya salah ... Ya. Hidup ini memang penuh dengan masalah, masalah, masalah, dan masalah.” “Ikuti saja alur-nya,” ujar Dewi Lily. “Mulai sekarang aku akan membantumu. Kau jangan khawatir, Kelvin.”
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Eternal Love For Keyra

Eternal Love For Keyra

Kenapa setiap awal hubungan pasutri bulan pertama semuanya nampak indah seperti di karangan novel? Jik hidup tak semanis tebu, dan juga tak sepahit empedu, lantas yang bagaimana hidup itu? Mungkin iklan benar. "Hidup itu butuh banyak rasa." Iklan Good Day itu sudah menjadi ketikan yang biasa kulakukan. "Nanti kalo misalnya udah habisin sarapannya, kita bakalan ke kamar ayah." Aku pasrah. "Iya, nanti kita lihat dia."
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Tangannya menjulurkan satu gelas kertas berisikan teh hangat. Tangan berkulit putih milih sang gadis Sanjaya tampak bergetar tatkala menerima teh yang diberikan Narendra. Kemudian menyesapnya pelan. Melegakan dahaga di tenggorokannya yang perih karena menangis kencang. Narendra kemudian membuang pandangannya ke depan, memusatkan atensinya pada Sungai Hanja. "Hari ini banyak yang terjadi ya, Nadisa." Narendra berkata pelan. "Terkadang, kalau kita sedang merasa bahagia, kesedihan justru akan datang tanpa bisa kita cegah."
1014.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

"Itu ibu yang sayang sangat pada awak. Nah yang itu, itu bapak awak yang selalu kerja keras, dan yang sana, itu rumah teduh yang awak tinggali. Kalau yang itu adalah mata yang masih bisa melihat. Yang itu tangan yang masih gerak. Yang itu ... yang itu ... yang itu ...." Bang Rasya menyebutkan semua anugerah yang Allah kasih. Aku terpana, ternyata banyak nian anugerah hidup yang kumiliki. Dulu ketika banyak masalah, aku sering berlama-lama menatap langit malam. Tapi aku tidak tahu konsep hidup seperti ini. Besok jika hidup ditimpa musibah, akan kulihat bintang dan kuhitung berapa banyak anugerah yang masih di pelukan.
9.781.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

Istri Oding semakin terkejut begitu melihat sosok suaminya tergeletak di atas tempat tidur, bersimbah darah dengan pisau belati menancap di perut. ~Selesai~ ---------------------------------- o0o ---------------------------------- THE CHANCE OF LIFE Written by David Khanz ---------- o0o ---------- Hujan masih belum mau berhenti sejak pagi tadi. Rintiknya menyapa disetiap kehidupan bernafas di permukaan bumi. Memberikan secercah harapan kaum bertangkai untuk bisa tetap bertahan mempersembahkan zat titipan dari Tuhan bagi makhluk berparu. Memenuhi setiap helaan rongga pernafasan yang kian sesak berebut dalam kepulan asap-asap hitam dari corong knalpot berbagai kendaraan yang berlalu-lalang di
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Terserat dalam jalang tak berujung dan Tenggelam di tengah lautan tak bertepi Dingin dan sunyinya malam selalu menyudutkan dalam tangis Manis pahitnya hidup membuatku bimbang dan resah Aku benar-benar terpuruk dalam keterpurukan yang panjang Kesedihan memenuhi setiap anganku Bait ketiga air mata Aira luruh tak terduga. Nyaris bersamaan dengan hati yang kepalang sakit mengingat setiap masa akan lara. Mungkin bagi manusia biasa puisi hanya sebagai siloka semata, tak bermakna apa-apa hanya sebagai retoris belaka. Pikiranku dipenuhi dengan awan mendung yang gelap Semakin lama semakin kuingin menjauh, pergi dan lari
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Hidup Seorang Wanita

Hidup Seorang Wanita

Di ufuk timur sang surya sudah memancarkan sinarnya, semilir angin malam tergantikan dengan hangatnya belaian mentari, butir-butir embun pun perlahan menghilang termakan gagahnya sang penguasa siang. Jika sebagian wanita di komplek perumahan elitnya menghabiskan pagi dengan berjemur sambil berolahraga, berbeda dengan Mita yang setiap pagi harus bergumul dengan segala aktifitas mulai dari memasak sarapan, menyiapkan keperluan suaminya ke kantor, menyiapkan anak-anaknya ke sekolah di tambah dengan mengurus si bungsu yang sedang rewel-rewelnya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi kehidupan sehari hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status