Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Ia menutup pintu pagarnya, yang setiap hari ramai jual beli narkotika. --- Ouroboros yang Memakan Ekornya Brussels telah menjadi panggung teater absurd. Patung Manneken Pis menangis air mata darah—setiap tetesnya adalah data korupsi yang bocor ke dark web. Sungai Senna penuh dokumen Perjanjian Versailles yang hanyut bersama mayat avatar NATO berseragam privatisasi. Dokumen sanksi hanya sumpah serapah yang tidak ada nilainya. Harga energi yang tinggi membuat pesta kedinginan pada penduduk negeri yang lapar yang kedinginan karena putus asa.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as puisi korupsi
Read
+Library
Dikira Melarat Usai Bercerai

Dikira Melarat Usai Bercerai

“Nah, itu kekuranganmu, Mas. Kalau sama aku, kamu nggak bisa kaya pas sama Lisna dulu. Cukup sudah aku menahan enam bulan ini ya, Mas. Sekarang, aku maunya kamu berubah. Sikatan, kumur-kumur setiap satu jam. Ganti tuh, gigimu yang udah karatan. Terus, uang buat perawatan gigimu kalau bisa jangan ganggu gajimu, ya. Gajimu khusus buat aku doang. Kalau bisa, kamu mulai sekarang pikirin gimana caranya dapat uang lebih. Mau pesugihan kek, babi ngepet kek, miara tuyul kek, atau korupsi sekalian, aku nggak peduli. Aku tahunya uangmu banyak. Udah itu aja.” Langit langsung kelabu rasanya. Hujan seakan-akan mau turun menimpa tubuhku yang merinding disko. Ya ampun, Siska. Bisa-bisanya kamu nyuruh aku p
15.6K viewsCompletedAdded to Library 500 Times as puisi korupsi
Read
+Library
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Kata yang telah menghancurkan hidupnya dalam dua hari terakhir. "Topiknya pas banget sama hidup kamu sekarang," lanjut Brata dengan kejam namun jujur. "Saya mau kamu input data ini ke SPSS, bersihkan outlier-nya, lalu cari korelasinya. Saya mau lihat apakah korupsi benar-benar menjadi pelumas ekonomi seperti kata sebagian ekonom sesat, atau justru jadi kanker." ​Soraya mengambil dokumen itu. Tangannya sedikit gemetar saat menyentuh kertas-kertas yang penuh angka itu. Angka-angka ini mungkin mewakili uang nyata yang dicuri orang-orang seperti Rian.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as puisi korupsi
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

“Bahkan, kami bisa melakukan yang lebih kejam dari itu semua.” “Kalau mengambil uang rakyat hasil pajak, korupsi? Apakah bisa Kulstar melakukan?” tanyaku lagi. Nai diam sejenak, tidak langsung menjawab. “Yahh... itu rupanya harus Kulstar akui. Kulstar tidak ada budaya korupsi. Walaupun para Dewan Kota kebanyakan adalah orang yang serakah, gila kekuasaan dan semena-mena, tapi korupsi bukanlah perbuatan yang handal bagi mereka. Korupsi hanya sebuah tanda ketidak mampuan seseorang. Korupsi hanya untuk orang-orang yang lemah.” Kata Nai.
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as puisi korupsi
Read
+Library
Dikira Pengangguran Ternyata Hartawan

Dikira Pengangguran Ternyata Hartawan

tukas Surya. “Aduh, Beb. Jadi orang jangan terlalu polos dong. Pejabat yang kelihatan baik saja nyatanya juga ketahuan korupsi kok. Ada ‘kan pengusaha yang suaminya artis itu, korupsinya malah ratusan triliun. Ga semua yang kelihatan baik itu, aslinya baik,” timpal Vita. “Bang Satrio bisa bilang itu uang halal, tapi kenyataannya kita ga tahu ‘kan, Beb?” tandas Vita.
1048.4K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as puisi korupsi
Read
+Library
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Pemuda itu menyeringai dan terus saja memuji dirinya. "Senjata aneh itu benar-benar mematikan, ternyata dunia asalmu lebih mengerikan dari pada yang kukira," sindir iblis hitam yang muncul perlahan dari sebuah bayangan di bawah kaki Raka. "Oh, ini belum seberapa. Karena banyak kasus penggelapan uang dan korupsi yang bisa membunuh secara tidak langsung para orang yang kelaparan, tapi anehnya mereka malah tertawa ketika mengenakan baju tahanan. Itu baru namanya mematikan, atau aku harus bilang, smooth criminal," ungkap Raka.
1010.4K viewsCompletedAdded to Library 333 Times as puisi korupsi
Read
+Library
Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

“Cuma ada satu jenis pesan WA yang nggak saya balas sampai sekarang.” Wahid menginginkan kegamblangan omongan Pinto. “Pesan WA yang menjengkelkan. Dikirim sama wartawan,” Pinto melanjutkan omongannya. Semakin penasaran diri Wahid. Ia mendesak Pinto untuk omongan yang betul-betul gamblang. Seraya merapikan jasnya, Pinto tergelak. “Pertanyaan tentang dugaan korupsi yang bapak saya lakukan.”
102.7K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as puisi korupsi
Read
+Library
Jatuh Cinta Dengan Bos Tampan

Jatuh Cinta Dengan Bos Tampan

"Ya, apa kau lupa? ciri-ciri orang yang makan uang haram itu perutnya bucit, banyak tuh yang seperti itu,kau lihat saja di TV para pejabat yang tersandung kasus korupsi rata-rata perutnya buncit." "Mereka tak memikirkan berkahnya hasil kerja keras, tapi mereka hanya memikirkan kesenangan duniawi saja, sehingga melakukan korupsi. Padahal, hasil yang sedikit bisa membawa kebahagiaan dari pada harta yang melimpah tapi dari hasil korupsi," Papar Reno. "Seperti kasus 271 Triliun itu ya, om?" Tanya Sebastian terkekeh. "Yups, hidupnya bergelimang harta, sayangnya sumber uangnya dari uang haram,"
102.1K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as puisi korupsi
Read
+Library
Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Jadi, saat aku menemuinya, dia langsung menceritakan keseluruhan ceritanya padaku, juga memberiku informasi terkait seperti riwayat obrolan mereka. Sebelum menikah, Susi bekerja di bidang keuangan. Oleh karena itu, ingin menemukan bukti kesalahannya memang sangat sulit. Namun, tidak ada orang yang sempurna. Selama aku mau, aku pasti bisa menemukan kesalahannya.
9.0K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as puisi korupsi
Read
+Library
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

Rajuk Aina "Gak ada yang perlu di bilang, ini juga bukan pekerjaan yang membanggakan, ini pekerjaan tidak bermoral." "Tidak bermoral apanya? Ini sangat bermanfaat bagi orang-orang bermasalah seperti aku, sekarang ayo buatkan aku skripsi, berapapun bayarannya akan kusanggupi." Mata Haris menatap Anisa dengan penuh harap. Anisa tetap bergeming, dia bahkan malas menatap lelaki itu.
1084.7K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as puisi korupsi
Show Reviews (26)
Read
+Library
Nainamira
terima kasih untuk kakak pembaca yang Budiman, yang setia mengikuti kisah Aina dan Hasan. sudah tamat di 263 bab ya ... ikuti novel baruku yang berjudul " misteri cinta di lokasi KKN" gak kalah baper loh ...
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status