Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Gairah Paman Sahabatku

Gairah Paman Sahabatku

Aku Menepuk-nepuk pundaknya, "aku tau Cici. Tapi kau tidak bisa terus seperti ini." Cici melepas pelukannya dan menunduk kembali, dia terlalu malu hanya untuk melihat mataku. Aku pun memegang pundaknya untuk melihat kedalam matanya. "Seharusnya ini menjadi pelajaran. Bahwa menghamburkan uang untuk suatu hal yang tidak terlalu penting itu tidak bagus. Akhirnya kau terjerumus kedalam perilaku tidak baik bukan?" kataku menghindari kata korupsi.
9.6205.8K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 4.9K veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
Dewa

Dewa

"Kata siapa tidak semua? Penjabat itu kan kaya? Banyak yang korupsi, pemilik perusahaan besar juga terkadang ada yang menggaji karyawannya di bawah UMR negara, bos-bos pengusaha rumah makan dan yang lainnya, terkadang menggaji karyawannya tak sesuai dengan keringat yang dikeluarkan," "Eh... tapi itu tidak semua! Itu tidak semua! Aku memang benci dengan pemerintah karena ada yang korupsi, tapi tidak semua. Ingat Mawar, tidak semua. Tak semua orang di atas seburuk yang kau pikir! Dan masalah batin kamu ini bukan masalah pemerintah, kamu yang memilih hidup sebagai pelacur! Jadi itu salah kamu, bukan pemerintah!"
9.97.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 202 veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan

Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan

“Iya, ternyata anak koruptor. Malu-maluin aja,” “Upss, ini berita beneran kan Zela? Infonya langsung dari gosip news lohh, gak mungkin hoax,” ujar Cantika mendekati Zela. Zela memeras baju seragamnya. Pandangannya menunduk. Tak bisa berkata-kata lagi. “Dasar anak koruptor. Gaya selangit, ternyata pake uang negara Lo ya!” “Please deh, gue gak nyangka. Ternyata zaman sekarang masih ada ya yang suka ambil uang rakyat gitu,”
895 vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 20 veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Ia menutup pintu pagarnya, yang setiap hari ramai jual beli narkotika. --- Ouroboros yang Memakan Ekornya Brussels telah menjadi panggung teater absurd. Patung Manneken Pis menangis air mata darah—setiap tetesnya adalah data korupsi yang bocor ke dark web. Sungai Senna penuh dokumen Perjanjian Versailles yang hanyut bersama mayat avatar NATO berseragam privatisasi. Dokumen sanksi hanya sumpah serapah yang tidak ada nilainya. Harga energi yang tinggi membuat pesta kedinginan pada penduduk negeri yang lapar yang kedinginan karena putus asa.
3.2K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 117 veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
Dikira Melarat Usai Bercerai

Dikira Melarat Usai Bercerai

“Nah, itu kekuranganmu, Mas. Kalau sama aku, kamu nggak bisa kaya pas sama Lisna dulu. Cukup sudah aku menahan enam bulan ini ya, Mas. Sekarang, aku maunya kamu berubah. Sikatan, kumur-kumur setiap satu jam. Ganti tuh, gigimu yang udah karatan. Terus, uang buat perawatan gigimu kalau bisa jangan ganggu gajimu, ya. Gajimu khusus buat aku doang. Kalau bisa, kamu mulai sekarang pikirin gimana caranya dapat uang lebih. Mau pesugihan kek, babi ngepet kek, miara tuyul kek, atau korupsi sekalian, aku nggak peduli. Aku tahunya uangmu banyak. Udah itu aja.” Langit langsung kelabu rasanya. Hujan seakan-akan mau turun menimpa tubuhku yang merinding disko. Ya ampun, Siska. Bisa-bisanya kamu nyuruh aku p
15.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 496 veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Kata yang telah menghancurkan hidupnya dalam dua hari terakhir. "Topiknya pas banget sama hidup kamu sekarang," lanjut Brata dengan kejam namun jujur. "Saya mau kamu input data ini ke SPSS, bersihkan outlier-nya, lalu cari korelasinya. Saya mau lihat apakah korupsi benar-benar menjadi pelumas ekonomi seperti kata sebagian ekonom sesat, atau justru jadi kanker." ​Soraya mengambil dokumen itu. Tangannya sedikit gemetar saat menyentuh kertas-kertas yang penuh angka itu. Angka-angka ini mungkin mewakili uang nyata yang dicuri orang-orang seperti Rian.
1.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 72 veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

“Bahkan, kami bisa melakukan yang lebih kejam dari itu semua.” “Kalau mengambil uang rakyat hasil pajak, korupsi? Apakah bisa Kulstar melakukan?” tanyaku lagi. Nai diam sejenak, tidak langsung menjawab. “Yahh... itu rupanya harus Kulstar akui. Kulstar tidak ada budaya korupsi. Walaupun para Dewan Kota kebanyakan adalah orang yang serakah, gila kekuasaan dan semena-mena, tapi korupsi bukanlah perbuatan yang handal bagi mereka. Korupsi hanya sebuah tanda ketidak mampuan seseorang. Korupsi hanya untuk orang-orang yang lemah.” Kata Nai.
1010.0K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 259 veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
Dikira Pengangguran Ternyata Hartawan

Dikira Pengangguran Ternyata Hartawan

tukas Surya. “Aduh, Beb. Jadi orang jangan terlalu polos dong. Pejabat yang kelihatan baik saja nyatanya juga ketahuan korupsi kok. Ada ‘kan pengusaha yang suaminya artis itu, korupsinya malah ratusan triliun. Ga semua yang kelihatan baik itu, aslinya baik,” timpal Vita. “Bang Satrio bisa bilang itu uang halal, tapi kenyataannya kita ga tahu ‘kan, Beb?” tandas Vita.
1048.0K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 1.6K veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Pemuda itu menyeringai dan terus saja memuji dirinya. "Senjata aneh itu benar-benar mematikan, ternyata dunia asalmu lebih mengerikan dari pada yang kukira," sindir iblis hitam yang muncul perlahan dari sebuah bayangan di bawah kaki Raka. "Oh, ini belum seberapa. Karena banyak kasus penggelapan uang dan korupsi yang bisa membunuh secara tidak langsung para orang yang kelaparan, tapi anehnya mereka malah tertawa ketika mengenakan baju tahanan. Itu baru namanya mematikan, atau aku harus bilang, smooth criminal," ungkap Raka.
1010.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 326 veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

“Cuma ada satu jenis pesan WA yang nggak saya balas sampai sekarang.” Wahid menginginkan kegamblangan omongan Pinto. “Pesan WA yang menjengkelkan. Dikirim sama wartawan,” Pinto melanjutkan omongannya. Semakin penasaran diri Wahid. Ia mendesak Pinto untuk omongan yang betul-betul gamblang. Seraya merapikan jasnya, Pinto tergelak. “Pertanyaan tentang dugaan korupsi yang bapak saya lakukan.”
102.5K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 61 veces como puisi korupsi
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
5678910
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status