Sebening Tirta
Aku mengelus kerah kemeja lelaki itu, lalu memasukkan pen biohazard ke saku jas dalamku.
“Bukankah dia, orang yang sedang diburu di negeri ini? Dakwaan kasus berlapis, skandal politik yang buruk dengan kasus korupsi besar yang membuat masyarakat berang. Oh, jangan lupakan skandal reklamasi dan eksploitasi tambang ilegal yang memakan banyak jiwa. Berapa kerugian negara sat itu? Ah, milyaran. Oh, tidak, apakah aku salah? Hmm, ya. Jika tak salah ingat kerugiannya mencapai hampir satu triliun. Dan coba tebak siapa yang sedang bercengkrama dengan orang itu? Ckckck ... buruk sekali Tuan kita ini. Ah, apakah surat ini seperti yang kupikirkan?” Aku mengetuk-ngetuk meja sambil berbicara panjang lebar
Capítulos Populares