Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 904 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Ucap Delia memandang Romi. Romi hanya terdiam lama terpaku menatap teman di depan nya begitu cantik. Dengan menggelengakan kepala Delia lantas meninggalkan Romi. Ia sangat bingung kenapa Damar belum ada di sekolah karena damar anak yang rajin tak pernah sekali pun berangkat telat. Sambil menunggu damar Delia membuka secarik kertas di tasnya lalu berlatih puisi untuk lomba nanti. Delia berlatih di sudut ruangan menghadap ke jendela. Ia membaca puisi itu penuh dengan emosi menghayati setiap bait-bait kata. Gadis itu menulis puisi berjudul senja yang penuh dengan kerinduan. Senja yang mengahdirkan malam merubah warna langit menjadi oren kemerah-merahan.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
825 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Raga dan Lentera

Raga dan Lentera

Otaknya ingin untuk duduk jauh dari Lentera tapi langkah kakinya dengan cepat berjalan kearah meja Lentera dan duduk di depan gadis yang sedang fokus pada laptop yang memiliki lambang 'PHS', itu artinya laptop yang digunakan Lentera adalah milik sekolah yang memang disediakan untuk para murid dalam menunjang proses belajar yang berhubungan dengan sekolah swasta yang elit ini. *Arsi* Lentera merasa hawa dingin semakin terasa disekitarnya. Ini lebih dingin dari hawa Ac yang sedari tadi menemaninya. Merasa ada orang yang duduk didepan mejanya, Lentera mendongakkan sedikit kepalanya untuk melihat siapa orang yang ada didepannya dari balik layar laptop.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Ia sempat ragu—apakah suaranya cukup meyakinkan, apakah ide itu terdengar terlalu idealis? Namun, ketika ia melihat ke arah deretan kursi belakang, tatapan lembut Nayla menenangkannya. Ibunya tidak memberi gestur besar, hanya anggukan kecil. Tapi cukup untuk mengingatkan: kamu cukup, seperti apa adanya kamu sekarang. Harra menarik napas dan melanjutkan. “Kalau pendidikan adalah jembatan, maka teknologi adalah lentera. Tapi lentera itu tidak ada artinya kalau hanya menyala di kota-kota besar. Kami ingin membawanya ke tempat-tempat yang masih gelap.”
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Tempat ini cukup jauh dari desanya, tetapi ia merasa perjalanan ini setara dengan ilmu yang akan ia dapatkan. Di sekolah, ia segera menarik perhatian guru dan murid-murid lainnya. Saat pelajaran sastra dimulai, gurunya, seorang pria paruh baya yang dikenal bijaksana, membaca puisi lama tentang kepahlawanan. Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?"
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Awas aja nanti ya pas di kamar! "Kalau pendapat saya, maaf kalau salah. Disini kan anjuran mencari teman disaat kita sedang tholabul 'ilmi, itu artinya anggap saja kita ini masih pelajar atau santri yang labil, belum cukup ilmu dan masih mudah terpengaruh, nah ketika kita masih labil seperti itu alangkah lebih baiknya mencari teman yang pergaulanya memang mendukung proses belajar kita bukan malah yang bisa menghancurkan cita-cita kita.
9.823.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 661 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Catatan Rumi

Catatan Rumi

Karena sudah sore, akhirnya pria itu memutuskan untuk kembali ke tempat peristirahatan. Iya. Baginya rumah hanya tempat peristirahatan saja. Tidak ada yang lebih istimewa daripada itu. Apalagi setelah tadi, ketika Rumi datang ke sekolah dan mendapati kabar bahwa hari ini libur, dia hanya memutuskan untuk jalan-jalan keliling daerah sana dengan niat menghabiskan bensin.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status